Grade C untuk ‘Captain America : Civil War’ dari Indiwire

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Captain America

Captain America: Civil War belum tentu menjadi film terbaik bagi Marvel. Film ini lebih menekankan pada gejolak emosional dibanding kehancuran global. Perdebatan antara kedua orang baik yang mengancam untuk berpisah.




Cerita berawal ketika terjadi perselisihan antara Tony Stark (Iron Man) dan Steve Rogers (Captain America). Stark memiliki tekanan rasa bersalah yang tinggi terhadap perang yang terjadi di New York dan tak tahu harus membaginya dengan siapa. Ia berpikir bahwa Avengers membutuhkan peraturan, namun hal ini berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Rogers, ia menganggap bahwa merekalah peraturan itu.

Sayangnya, film Captain America: Civil War seakan dipaksakan hanya untuk membunuh waktu menunggu Infinity Wars.

Atas apa yang terjadi di Sokovia akhirnya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Thaddeus “Thunderbolt” Ross akhirnya membuat sebuah perjanjian yang pada dasarnya akan menempatkan superhero Avengers berada di satuan tugas di bawah komando PBB.

Perbedaan filosofis antara kedua Avengers yang dikobarkan ketika sebuah bom meledakan selama penandatanganan Persetujuan, membunuh raja Wakanda (negara Afrika fiktif). Semua bukti menunjukkan bahwa Bucky Barnes pelakunya, tetapi Rogerss menolak untuk percaya bahwa sahabat lamanya mampu melakukan kejahatan.




Captain America

Penjahat yang digambarkan jelas sejak awal, dan dia jauh lebih berbahaya daripada yang Anda kira. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam film Marvel, peran antagonis utama hanya orang biasa. Tentu, karakter ini berasal dari buku komik mitos milik Marvel yang biasanya berasal dari mutan, alien atau teknologi tinggi, tetapi ia tidak memiliki super-jas atau cambuk listrik atau wajah merah mengancam, namanya adalah Helmut Zemo, dan dia adalah Daniel Brühl. Karakteristik yang paling menyenangkan dari Zemo adalah aksen Jerman dan kegemarannya untuk makan daging – dan hanya daging untuk kapanpun tiba saatnya makan. Rencana Zemo adalah untuk mengagitasi Avengers menjadi berkelahi satu sama lain, dan itu berhasil.

Captain America

Apa yang membuat “Civil War” begitu dilabeli dengan simbol dari MCU adalah bahwa ia menjunjung tinggi kemanusiaan. Ketegangan antara kemurahan hati potensi kekuatan dan sifat koruptif kekuasaan juga menjelaskan mengapa begitu banyak lelucon dalam film ini – dan hampir semua yang tidak lucu di “Civil War” begitu menyakitkan dan membangkitkan rasa marah.

Menurut Zemo, Stark dan Rogers adalah dua dinamit yang dapat meledak sewaktu-waktu dan yang harus ia lakukan adalah memicunya. Dia mengakui bahwa rasa bersalah individu Avengers mendorong mereka menuju pada ideologi buta.

Menonton “Civil War,” memiliki banyak kekurangan. Walau pengambilan gambar berada di studio yang sama untuk semua film Marvel namun ingatkah dengan trailer dari film ini yang menampilkan seluruh superhero memasang ancang-ancang yang berbeda di sebuah bandara yang luas.

Masalahnya menjadi begitu kentara ketika baku tembak memiliki ruang yang sempit smenetara berada di sebuah bandara yang luas. Sang sutradara hanya berfokus pada pertarungan di depan saja.

Ketika terjadi potongan adegan ketika Captain America dan Iron Man tiba-tiba merasa satu juta mil jauhnya, dan “Civil War” yang terjadi larut ke dalam tidak lebih dari sebuah iklan.

Film ini layaknya sebuah materi pelajaran kewarganegaraan yang diselingi oleh ledakan. Semakin besar film ini, semakin kecil yang mereka rasakan. Semakin agresif mereka mencapai kebesaran, semakin jelas mereka membuktikan bahwa semuanya di luar jangkauan mereka. Film Marvel layak mendapatkan jauh lebih baik daripada ini. Masalahnya adalah, mereka hanya tidak ingin.

Atas ulasan tersebut Indiwire memberikan Grade: C untuk film Marvel  ‘Captain America : Civil War’.

Leave a Reply

Your email address will not be published.