Sensasi Menjalin Kerjasama Antar lembaga

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Oleh Jasman Simanjuntak*)

Manihar




Manihar saat diwawancarai penulis

Hampir setahun menjabat sebagai wakil Rektor IV Universitas Negeri Medan, Prof. Dr Manihar Situmorang mengaku sempat kesulitan menjalankan tugasnya. Di awal-awal jabatan baru ini, katanya, ia kebingungan bagaimana menjalin kerja sama dengan pihak eksternal kampus. Lama ‘bersembnunyi di lembaga penelitian’ telah membuatnya sulit berkomunikasi dengan dunia luar.

Demikian secara berseloroh, ia mengaku kepada wartawan saat diwawancarai di Grand Swiss- belhotel, Jalan Letjend S. Parman No, 217, Medan (28/4).

Keberadaan Manihar, di sana untuk menghadiri acara COIN (Collaboration and Innovation  Network) yang diinisiasi oleh USAID HELM. Dalam acara itu, Unimed ditunjuk sebagai koordinator hubungan antar universitas dengan pemerintah. Sebagai perguruan tinggi yang dipercaya mengemban tugas itu, Unimed akan berusaha untuk menjalin kerja sama yang baik antar universitas dengan pemerintah daerah.

Lebih jauh Manihar mengatakan, sesungguhnya Unimed telah banyak menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara. Bahkan beberapa daerah meminta Unimed untuk menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan. Itu artinya Unimed dipercaya oleh pemerintah daerah. “Jika 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara menjalin kerja sama dengan Unimed, mungkin kita akan kewalahan,” katanya sambil tertawa. Namun, dia menambahkan Unimed pasti bisa menjalin kerja sama dengan baik.




Berdasarkan pengalaman, Manihar mengatakan, tugas Unimed yang dipercayakan COIN akan mampu merangkul universitas-universitas mitra USAID HELM, untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Supaya antar universitas bisa riset bersama dan mempublikasikan karyanya serta membantu permasalahan daerah-daerah.

Manihar menilai kolaborasi sangat membangun dan menguntungkan kedua pihak. Pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat diharapkan bisa lebih baik karena adanya kolaborasi dengan universitas-universitas lain dan pemerintah daerah. Sedikitnya 60 persen riset Unimed harus bisa dipublikasikan oleh universitas lain agar akreditasi Unimed bisa terus terjaga baik.

“Pentingnya kolaborasi ini harus dimanfaatkan dengan sebai-baiknya. Universitas harus mampu bekerja sama dengan daerah seperti yang telah dilakukan Unimed,” pungkas mantan dekan FMIPA Unimed itu.

 

 

*) Penulis adalah Mahasiswa Semester Akhir Jurusan Biologi Universitas Negeri Medan, kini sedang menggeluti dunia jurnalistik

Leave a Reply

Your email address will not be published.