BMKG: Gak Semua Kota Di Indonesia Banjir Seperti Jakarta, Yang Lainnya Justru Kemarau

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: musim kemarau di sebagian wilayah di Indonesia (Republika)
foto: musim kemarau di sebagian wilayah di Indonesia (Republika)

Jakarta, Jelasberita.com| Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa wilayah Indonesia yang terbentang cukup luas dari Sabang hingga Merauke mengakibatkan perbedaan waktu dalam hal dimulainya musim hujan maupun musim kemarau. Tidak ada yang serentak. Hal tersebut di ungkapkan oleh Andi Eka Sakya selaku kepala BMKG. Andi mengatakan bahwa hingga pekan terakhir di bulan April tahun ini, setidaknya ada 19 persen wilayah Indonesia yang sudah memasuki musim kemarau.

 




“kebetulan Indonesia itu memiliki variasi musim yang sangat banyak. Untuk itu tidak semua persis dan sama seperti di Jakarta. Bahkan wilayah lainnya justru sedang memasuki musim kemarau. Setidaknya lebih dari 19 persen sudah memasuki musim kemarau. Terutama di wilayah Sumatera Utara, Riau, dan lain-lain.” Ungkap Andi seusai mengadakan rakernas BMKG di Ancol, Jakarta Utara Pada Selasa (26/4)

 

Lebih lanjut Andi mengatakan bahwa musim pancaroba itu mengakibatkan banyak fenomena alam.

 




“Pancaroba itu anginnya kencang, petirnya banyak, jadi kadang-kadang memang suka hujan deras.” Tandasnya.

 

Ketika ditanyai tanggapannya mengenai banjir Jakarta, Andi menuturkan bahwa hal tersebut bukan hanya karena tingginya curah hujan. Andi menilai banjir Jakarta juga bisa disebabkan oleh penyerapan air yang tidak maksimal oleh tanah.

 

“Banjir itu kan prosesnya tidak hanya sekedar hujan, tetapi juga kalau kita lihat itu permukaan tanah itu penyerapannya telah berkurang menjadi 20 persen,” tambah Andi

 

“Sehingga 80 persen dari hujan itu semuanya mengalir ke bawah saja. Kalau rintangannya banyak, itu bisa jadi awal genangan,” Tutupnya.

 

(dtk)

Leave a Reply

Your email address will not be published.