Investasi Bagian dari Perencanaan Keuangan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




telur investasi

Medan, Jelaberita.com | Merencanakan keuangan individu maupun keluarga adalah bagian dari kehidupan. Tanpa perencanaan keuangan yang baik, kehidupan seseorang atau keluarga bisa tidak sesuai dengan rencana atau harapan. Sebut saja misalnya Anto, seorang profesional di bisnis digital services yang baru dua tahun berkarier setelah lulus dari kuliah.




Anto punya rencana menikah lima tahun lagi dengan sang kekasih, teman sekantornya. Ia bertekad menyisihkan gajinya untuk biaya pernikahan nanti. Ini artinya, Anto sudah memiliki perencanaan keuangan. Apalagi jika dia juga sekaligus merencanakan biaya sekolah anak-anaknya kelak dan masa pensiun. Lalu dimana posisi investasi dalam perencanaan keuangan?

Kita kembali lagi ke rencana Anto menikah lima tahun dari sekarang. Untuk membiayai pernikahan di salah satu gedung di Jakarta dan membeli kebutuhan pernikahan yang sederhana, Anto menghitung nilainya saat ini Rp120 juta. Dia kemudian berencana menyisihkan Rp2 juta per bulan agar terkumpul Rp120 juta di tahun kelima. Namun, Anto tidak menghitung inflasi atau kenaikan harga-harga tiap tahun. Padahal, di tahun kelima biaya pernikahan tidak lagi Rp120 juta, melainkan Rp175,7 juta dengan asumsi kenaikan harga 10% per tahun. Kalau Anto menyimpan uangnya di bank, memang ada bunga dari bank, tapi nilainya kecil, paling hanya 4% per tahun. Alhasil, Anto dan pasangannya kecewa karena tidak berhasil mewujudkan rencana pernikahan sesuai yang diharapkan.

Bagaimana agar Anto bisa melawan inflasi? Di sinilah investasi berperan. Investasi adalah cara mengembangbiakkan uang dengan mengalokasikan dana melalui pembelian produk investasi. Bisa berupa portofolio investasi seperti saham, obligasi atau reksa dana. Bisa juga berinvestasi pada tanah, emas atau benda lain yang memiliki nilai investasi.

Mari kita fokus pada investasi portofolio. Reksa dana bisa jadi alternatif Anto. Berinvestasi reksa dana tidak perlu dana besar seperti membeli tanah misalnya, atau seperti membeli saham. Reksa dana juga gampang dijual kembali, sehingga bisa segera diambil nilai pokok dan keuntungan investasi saat dibutuhkan. Dalam kurun waktu panjang, reksa dana berpotensi memberikan return atau imbal hasil investasi di atas rata-rata bunga bank. Tetapi berinvestasi memiliki risiko penurunan nilai investasi jika underlying asset reksa dana mengalami penurunan nilai akibat berbagai faktor. Dalam berinvestasi ada idiom “high risk high return, low risk low return”. Semakin besar potensi keuntungan, semakin besar pula risiko kerugian. Sebaliknya, semakin kecil potensi keuntungan, semakin kecil pula risiko kerugian. Pelajarilah karakter dan risiko setiap produk investasi sebelum mulai berinvestasi.




Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini dalam acara Pesta Reksa Dana 2016 di awal tahun mengatakan, apabila kita ingin menentukan jenis investasi reksa dana, kita harus terlebih dahulu mengetahui apa tujuan keuangan kita, apakah itu untuk menikah, untuk menyekolahkan anak, atau untuk kebutuhan lain.

“Kalau duitnya dipakai 1 tahun yang akan datang lebih baik di reksa dana pasar uang, kalau untuk menikah 5 tahun yang akan datang itu bisa di reksa dana penghasilan tetap atau campuran, kalau untuk investasi 10-15 tahun yang akan datang di reksa dana saham. Sementara jika diurut dari yang paling aman risiko investasinya yakni, pasar uang, campuran, dan saham,” jelas Hamdi.

Perencanaan keuangan tidak bisa dilepaskan dengan investasi. Dalam teori perencanaan keuangan, ada tiga pilar utama, yakni proteksi untuk melindungi diri atau anggota keluarga dari problem finansial. Berikutnya investasi untuk melindungi kekayaan dari inflasi dan mewujudkan rencana keuangan. Dan yang selanjutkan pengelolaan dana pensiun hingga perencanaan warisan (estate planning).

Sekarang setiap orang atau pasangan dalam keluarga dapat memulai membuat perencanaan keuangan. Setelah memiliki rencana keuangan yang berisi tujuan keuangan dan jangka waktu pencapaian dari masing-masing rencana, mulailah membuat strategi keuangan. Salah satu strategi tentunya dengan berinvestasi agar bisa mengalahkan inflasi yang menggerus nilai uang. (TIM BEI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.