Pembebasan WNI, Panglima TNI: Tunggu Apalagi, Kopassus itu Ibarat Angin, Tidak Terlihat

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: Penembak Jitu Kopassus (kaskus)
foto: Penembak Jitu Kopassus (kaskus)

Jakarta, Jelasberita.com| Hingga kini warga negara Indonesia yang ditawan Abu Sayyaf masih belum jelas kabarnya, pemerintah masih mengedepankan upaya  diplomatis dengan pemerintah Filipina dan kelompok tersebut.  dan hingga kini pula, prajurit Indonesia masih belum diizinkan untuk melakukan operasi pembebasan sandera.

 




Dilansir dari Merdeka.com, hal tersebut tampaknya membuat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo gerah. Dirinya menyebutkan Indonesia memiliki Kopassus dimana beberapa kemampuannya tidak dimiliki prajurit lain. Bahkan dirinya, mengatakan bahwa Kopassus itu layaknya angin.

 

“Tidak ada tempat untuk musuh bersembunyi selama masih ada angin. Prajurit Kopassus bisa masuk dan keluar tanpa terlihat. Angin itu bisa dirasakan sejuknya, panasnyam namun tidak tahu bentuknya seperti apa.” Ujarnya.

 




“Kopassus itu tidak memerlukan pujian, Kopassus mati tanpa pusara dan prestasi tanpa pujian. Kopassus itu memang dibentuk dari para prajurit yang siap melaksanakan tugas dalam kondisi apapun.” Tambah Gatot saat berada di depan para prajurit Kopassus.

 

Lebih lanjut Gatot juga mengatakan bahwa, prajurit dari Kopassus akan selalu dilatih dan berlatih untuk mampu menghadapi segala medan tugas.

 

Saat dimintai keterangan perihal penyanderaan WNI oleh kelompok Abu Sayyaf, Gatot kembali menegaskan bahwa TNI sudah bersiap untuk dikirim kapan saja. Bahkan, Gatot sampai berdoa agar pemerintah Filipina melunak dan meminta pertolongan kepada prajurit Indonesia.

 

Kopassus sendiri dikenal ahli dalam pembebasan sandera di luar negeri, sebagai contoh adalah operasi Woyla di tahun 1981, dan juga beberapa misi penyusupan tak resmi, itu semua menunjukkan bahwa Kopassus mampu melakukan penyusupan tidak terdeteksi jauh ke dalam wilayah negara tetangga.

 

Kopassus juga handal dalam pertempuran Gerilya dan anti Gerilya, tak ayal kemampuan Kopassus sudah diakui dunia.

 

Dilain sisi, Peneliti LIPI, Hermawan Sulstyo memberikan saran agar TNI dengan segera melakukan operasi militer terkait penyanderaan WNI oleh Abu Sayyaf.

 

“ini sudah terbilang lama, sudah lewat dua minggu lebih dan sudah melewati deadline yang diberikan Abu Sayyaf. Kita sudah punya pasukan hebat, tinggal masuk saja.” Ujar Hermawan.

 

Hermawan juga menilai bahwa alasan diplomasi yang diberikan pemerintah itu tidak sepenuhnya mampu diterima. Karena, kasus seperti ini bukanlah kali pertama bagi Tentara Indonesia.

 

“Kita pernah ada pembajakan di Thailand, Woyla, bisa diserbu ke sana kok, kita pernah punya kasus di tempat-tempat lain. Ada pembajakan kapal di Somalia, bisa kita kirim pembebasan di sana. Hasilnya juga bagus,” Tambah Hermawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.