Gara-Gara Medsos, Pemuda Ini Selamat Dari Reruntuhan Rumahnya Saat Gempa Terjadi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Hiroaki Nishimura selamat dari reruntuhan rumahnya saat gempa terjadi di Jepang berkat media sosial dari androidnya. (foto: tribunnews.com)
Hiroaki Nishimura selamat dari reruntuhan rumahnya saat gempa terjadi di Jepang berkat media sosial dari androidnya. (foto: tribunnews.com)

Tokyo, Jelasberita.com | Kembali, aplikasi Media Sosial (Medsos) menunjukkan dampak positifnya bagi perkembangan zaman saat ini. Seorang pemuda berusia 20 tahun, Hiroaki Nishimura dikabarkan berhasil selamat dari reruntuhan rumahnya yang porak poranda diterjang gempa berkekuatan 7,8 di Jepang pada Minggu (17/4/2016) lalu.

Saai tu, Nishimura mengatakan bahwa ia hampir putus asa karena terjebak di reruntuhan rumahnya saat gempa terjadi. Namun, ketika ia melihat ponsel androidnya masih berfungsi, ia pun lantas menggunakan aplikasi Medsos Line untuk mengungkapkan keberadaannya dalam reruntuhan kepada grup chating nya di Line tersebut.




“Cukup lama saya berada dalam bangunan rumah saya yang tiba-tiba ambruk akibat gempa. Saya juga hampir pasrah terjebak di dalam sana,” ujarnya kepada NHK, Senin (18/4/2016).

“Namun saat saya melihat ke ponsel saya yang masih menyala, harapan itu pun timbul. Saya langsung memposting keberadaan saya yang terjebak di reruntuhan melalui grup Line saya,” terang Nishimura.

Dalam postingan tersebut, Nishimura menuliskan “Tolong saya terjepit di rumah yang ambruk”.

Dengan seketika postingan dari Nishimura tersebut pun mendapat balasan dari teman-teman satu grup Line nya.




“Kamu gak apa-apa? Ada dimana kamu? Kamu masih bernafas?’ ujar salah satu teman grup medsos nya.

Lantas Nishimura pun menjawab,” Ya, semangatlah, Ganbate”

“Sebentar ya, kami panggillkan petugas untuk menolongmu disana,” ujar teman di grup medsos tersebut.

Selang sejam kemudian, regu penyelamat setempat pun datang ke lokasi terjebaknya Nishimura di reruntuhan. Akhirnya nyawanya pun dapat terselamatkan walaupun mengalami luka-luka disekujur tubuhnya.

Namun, naas nya, nyawa neneknya yang berusia 80 tahun diketahui tak dapat terselamatkan dari reruntuhan bangunan. Jenazah neneknya pun terpaksa di kremasi oleh keluarga karena kuburan-kuburan di kawasan Jepang banyak yang mengalami kehancuran hingga 80% akibat gempa dahsyat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.