Memetik Manfaat Investasi Reksa Dana

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Reksadana

Jakarta, Jelasberita.com | Bila saat ini Anda seorang deposan, atau gemar menyimpan dana dalam instrumen deposito perbankan. Belakangan ini mungkin Andadilanda gundah gulana lantaran bank mulai menurunkan suku bunga deposito. Langkah bank tersebut merupakan penyesuaian atas penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang turun.




Sejak awal 2016 hingga pertengahan Maret 2016, sudah tiga kali BI memangkas BI Ratesebesar 25 basis poin. Dari level 7,25% menjadi 6,75%. Tidak berhenti disitu, pemerintah akan terus mendorong penurunan suku bunga dengan tujuan agar memompa perekonomian. Kita tahu suku bunga rendah memang menjadi stimulus bagi masyarakat maupun korporasi untuk menggunakan kredit perbankan.

Sebaliknya bagi deposan penurunan suku bungatentu saja bumerang.Belum lagi tren kenaikan kredit bermasalah bank (non performing loan/NPL) perbankan yang naik, membuat risiko bank meningkat yang pada akhirnya berpotensi merugikan deposan. Berdasarkan data Bloomberg Finance, rata-rata NPL perbankan Indonesia naik menjadi 2,73% dibanding posisi kuartal III yang masih berada di level 2,75%.

Fakta tadi seharusnya menjadi pertimbangan Anda untuk mencari instrumen investasi lain yang memiliki peluang keuntungan lebih baik. Mungkin sebagian masyarakat akan melirik emas sebagai media investasi, karena dianggap memiliki risiko yang mirip dengan deposito. Namun bila Anda melihat harga emas yang relatif stagnan dalam 10 tahun terakhir, tampaknya bukan menjadi pilihan tepat.

Data menunjukkan, pada tahun 2006, harga emas tercatat berada di level US$ 1.200-an per troy ounce. Sementara pada perdagangan 13 April 2016 emas diperdagangkan pada level US$ 1.242,20 per troy ounce. Sejumlah analis dan pengamat memperkirakan, harga emas tahun ini dalam tren menurun lantaran mulai membaiknya perekonomian global terutama Amerika Serikat.




Di tengah kegalauan, pasar modal bisa menjadi pilihan menarik. Data menunjukan, dalam 10 tahun terakhir, kinerja pasar modal khususnya pasar saham yang tercermin pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menunjukan hasil sangat positif, tumbuh sebesar 169%. Pada akhirtahun 2006 posisi IHSG bertengger di level 1.805,523. Bandingkan dengan posisi IHSG pada penutupan perdagangan 13 April 2016 yang sudah mencapai level 4.583,005.

Sayangnya sebagian masyarakat masih menggagap berinvestasi di pasar modal sulit dan butuh dana besar. Ini tidak sepenuhnya benar, apalagi tersedia instrumen reksa dana yang bisa menjadi media investasi bagi seluruh lapisan masyarakat yang berorientasi jangka panjang, pun dengan dana terbatas.

Selain tak perlu dana besar, banyak keunggulan lain melekat pada investasi reksa dana, investor reksa dana juga tidak harus memahami secara mendalam ilmu investasi pasar modal, sebab pengelolaannya dilakukan oleh para ahli di perusahaan manajer investasi yang Anda percayakan. Selain itu kini industri reksa dana makin transparan, dana investasi Anda semakin mudah dipantau kapan saja.

Nah bagi yang berminat membeli produk ini, paling penting memahami dulu tolak ukur yang dijadikan hasil dari investasi reksa dana, ini biasa disebut dengan NilaiAktivaBersih (NAB). Sementara NAB per sahamunit penyertaan merupakan harga wajar dari portofolio suatu reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) padasaattersebut. Manajer investasi sebagai pengelola reksa dana, menghitung dan mempublikasi NAB setiap hari yang nilainya dapat dilihat di beberapa media harian nasional.

Laporan perkembangan nilai investasi individu pun saat ini dapat dengan mudah diketahui. Banyak manajer investasi saat ini memfasilitasi akses bagi pemodal yang ingin mengetahui kondisi investasinya secara up date. Hanya tinggal klik di komputer yang memiliki jaringan internet, pemodal sudah bisa mengetahui perkembangan investasinya dengan cepat. Biasanya untuk mengakses ini, pemodal akan diberikan account dan password.

Salah satu jenis reksa dana yang ada di pasar saat ini adalah reksa dana saham. Reksadana saham berdasarkan penamaannya, menempatkan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya kedalam efek bersifat ekuitas (saham). Reksa dana ini banyak digemari karena efek saham umumnya yang memberika npotensi hasil yang lebih tinggi berupa capital gain melalui pertumbuhan harga-harga saham dan dividen. Namun sesuai dengan istilah dalam investasi yang high risk high return, reksadana saham memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi yang lebih besar dibandingkan reksa dana jenis lainnya,namun diiringi juga dengan risiko yang lebih besar.

Bagi pemodal yang lebih konservatif, tersedia jenis reksadana , reksa dana campuran dan reksa dana pasar uang. Reksadana pendapatantetapmerupakanreksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya kedalam efek bersifat hutang. Risiko
investasi yang lebih tinggi dari reksadana pasar uang membuat nilai return bagi reksadana jenis ini juga lebih tinggi tapi tetap lebih rendah dari pada reksadana campuran atau saham.

 

Reksadana yang melakukan investasi dalam efek ekuitas dan efek hutang yang perbandingannya tidak termasuk dalam kategori reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham, biasa disebut dengan reksadana campuran. Potensi hasil dan risiko reksadana campuran biasanya berada diantara reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham.

 

Sementara itu reksadana pasar uang adalah reksadana yang melakukan investasi 100% pada efek pasar uang yaitu efek hutang yang berjangka kurang dari satu tahun. Reksadana pasar uang merupakan reksadana yang memiliki risiko terendah namun juga memberikan return yang terbatas.

 

Ragam jenis reksa dana tadi bisa dipilih calon pemodal sesuai profil risiko masing-masing, apakah anda kategori agresif, moderat atau konservatif. Penting juga menyesuaikan dengan tujuan investasi Anda, apakah investasi dan hasilnya akan digunakan dalam jangka panjang, menengah atau pendek.Namun demi mencapai hasil investasi maksimal, disarankan investasi dilakukan dengan horizon jangka panjang secara bertahap.

 

Sementara untuk meminimalkan risiko investasi dan kemungkinan fraud. Sangat disarankan Anda membeli reksa dana pada manajer investasi, bank kustodian dan agen penjual yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Kemudian membaca dan memahami prospektus reksa dana sebelum membeli.Penting juga me-reviewposisi investasi Anda secara berkala 3 bulan sekali.  (Tim BEI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.