Abu Sayyaf kembali culik WNI dari laut Filipina

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




laut Filipina

Belum usai dengan perihal penculikan pertama pada akhir Maret lalu terhadap 10 WNI oleh kelompok Abu Sayyaf, kini mereka melakukan hal yang sama lagi. 4 orang WNI berhasil mereka culik dari sebuah kapal yang berlayar di laut Filipina.




Peristiwa ini dibenarkan oleh Kementerian Luar Negeri melalui pesan singkat yang diterima oleh media.

Keterangan lebih lanjut diberikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir saat dikonfirmasi terpisah. Ia mengungkapkan bahwa ada dua kapal berbendera Indonesia 10 Anak Buah Kapal (ABK) asal Tanah Air.

Dua kapal dengan nama kapal tongkang Cristi dan kapal tunda TB Henry sedang berlayar dari Cebu, Filipina kembali ke Tarakan lalu terjadi pembajakan sekitar pukul 18.31 saat kedua kapal berada di posisi perairan perbatasan Malaysia-Filipina.

Dua kapal yang memiliki jumlah WNI 10 orang tersebut melakukan perlawanan. Ada 5 orang yang dapat menyelamatkan diri, 1 orang tertembak dan sisanya berhasil diculik oleh pembajak yang mengaku sebagai kelompok Abu Sayyaf.




Menurut keterangan yang diberikan oleh Badan Administrasi Menteri (BAM) sati WNI yang tertembak sudah diselamatkan oleh polisi maritim Malaysia dan saat ini sedang mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kedua kapal dan 5 orang WNI yang selamat turut dibawa ke Pelabuhan lahat Datu, Malaysia.

“Melalui informasi terakhir yang didapat, 5 ABK lainnya dan dua kapal milik Indonesia sudah dibawa Polisi Maritim Malaysia ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia. Sedangkan korban tembak sudah berada dalam kondisi stabil”, Jelasnya.

Peristiwa penculikan terhadap ABK di perairan perbatasan antara Malaysia dengan Filipina kian marak terjadi. Akhir Maret lalu, kelompok Abu Sayyaf menculik 10 orang ABK berkewarganegaraan Indonesia. Segala upaya dilakukan oleh pihak Indonesia untuk membebaskan warganya dari tahanan kelompok yang sering sekali berlaku kejam terhadap sanderaannya itu. Hingga saat ini Abu Sayyaf tak juga melepaskan ke 10 WNI. Ditambah 4 orang ABK yang berhasil mereka culik kemarin maka sudah ada 14 orang WNI yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf.

Hingga saat ini, para sandera tersebut belum diketahui keberadaannya. Proses pembebasan ke 10 WNI yang terlebih dahulu telah ditawan diserahkan pemerintah RI kepada otoritas keamanan milik Filipina.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.