Waspada, Jakarta Pusat Rawan Tindakan Kriminal Dengan Hipnotis

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, Jelasberita.com| Kejahatan hipnotis ataupun tipu daya lainnya kini kembali marak, khususnya di wilayah Jakarta Pusat. Bahkan, dalam jangka waktu kurang dari sebulan, sudah ada dua laporan terkait dengan praktik hipnotis di kawasan Jakarta Pusat tersebut.

 




Dilansir dari laman detik.com, sebelumnya diketahui bahwa seorang ibu bernama Dina Munthe menjadi korban hipnotis di kawasan sekitar Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat pada 29 Maret yang lalu. Awal mula kejadian adalah ketika Dina disapa oleh seorang pria dan wanita yang tidak dikenalnya, sesaat kemudian dirinya mengaku tidak sadar. Dan benar saja, ia pun harus kehilangan uang sebesar Rp 300 juta. Dina sendiri juga sudah melapor ke pihak yang berwajib dan berhasil mendapatkan beberapa rekaman CCTV dari beberapa pihak. Dina baru menyadari dirinya menjadi korban praktik hipnotis ketika tersadar di depan sebuah restoran cepat saji di Cikini, Jakarta Pusat.

 

Kasus yang kedua dialami oleh seorang wanita pekerja Kantoran bernama Sera (22) pada Kamis (14/4) lalu. Kala itu, Sera tengah berada di seputaran Megaria. Tak jauh berbeda dengan kisah Dina, Sera disapa oleh pria yang tak dikenalnya. Sejurus kemudian Dua HP serta sejumlah uang miliknya raib diambil. Sera juga baru tersadar setelah berada di depan restoran cepat saji di Cikini. Sama persis dengan yang dialami Dina Munthe.

 




Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati atas mewabahnya tindakan kriminal dengan modus hipnotis tersebut. lindungi lah diri anda dengan cara berdoa sebelum keluar rumah. Dan jangan sampai pikiran anda kosong ketika berada di keramaian. Tetap fokus.

 

Dan selalu bersikap waspada kepada siapa saja orang yang tidak anda kenal, tiba-tiba menyapa anda dan merasa akrab.

 

Intinya disarankan kepada masyarakat agar tetap berdoa dan pastinya selalu fokus dan berpikiran positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.