Proyek Pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai Diharapkan Rampung Tahun 2017

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: Pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai (kompas)
foto: Pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai (kompas)

Binjai, Jelasberita.com|Mega Proyek pembangunan jalan Tol di luar Pulau Jawa yang dicanangkan presiden Joko Widodo seperti semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan. Seperti yang terlihat pada proyek Jalan Tol Medan-Binjai yang terbentang sepanjang 17 Km dan dibagi sebanyak 3 seksi.

 




Dikutip dari laman detik.com, Pembangunan proyek Jalan Tol Medan-Binjai tersebut telah di serahkan kepada PT Hutama Karya (Persero) dimana melalui penunjukkan langsung yang dilakukan oleh pemerintah.

 

Direktur Utama PT Hutama Karya, I Gusti Ngurah Putra saat ditemui mengatakan bahwa grafis pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai tersebut cukup baik.

 




“Total pekerjaannya sudah mencapai 9,788 persen.” Tutur Putra

 

Seperti diketahui bahwa Jalan Tol Medan-Binjai Tersebut merupakan salah satu bagian dari mega proyek Jalan Tol Trans Sumatera. Jalan Tol Trans Sumatera tersebut akan memiliki panjang sekitar 2.048 Km yang terbentang dari Aceh hingga ke Bakauheni. Dan Untuk Jalan Tol Medan-Binjai ini termasuk kedalam delapan proyek yang diprioritaskan serta dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo untuk 5 tahun masa kepemimpinannya, yakni 2014-2019

 

Putra juga menambahkan, sejalan dengan pembangunan kontruksi badan Jalan tol, saat ini juga sedang dilakukan upaya percepatan pembebasan lahan

 

“untuk pembebasan lahan, secara keseluruhan, pembebasan tanah tersebut sudah mencapai 78 persen.” Ungkapnya.

 

Putra juga memberikan rincian bahwa seksi I daerah Tanjung Mulia-Helvetia sudah mencapai perkembangan pembebasan lahan sekitar 48 persen. Kemudian ada Seksi II wilayah Helveti-Semayang yang sudah mencapai 94 persen. Dan terakhir ada Seksi III wilayah Semayang-Binjai yang sudah mencapai 92 persen.

 

“kalau urusan lahan tinggal sedikit lagi. Ini harus terus kita kebut. Kami berharap tahun 2017 ini sudah bisa beroperasi.” tambahnya.

 

Sementara itu, Menurut data dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), biaya investasi yang dibutuhkan guna membangun ruas tersebut mencapai Rp 1,69 triliun, sedangkan untuk biaya konstruksi mencapai Rp. 1,2 triliun, sedangkan untuk pembebasan lahan dibutuhkan biaya sekitar Rp 495 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.