Mewakili Indonesia Sebagai Daerah Percontohan, Bojonegoro Disetarakan Dengan Madrid Dan Paris

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Bupati Bojonegoro menyampaikan paparan dalam konferensi pers "Bojonegoro Terpilih Sebagai Percontohan Pemerintah Daerah Terbuka Open Government Partnership" di Jakarta, Kamis (14/4/2016). (foto : metrotvnews.com)
Bupati Bojonegoro menyampaikan paparan dalam konferensi pers “Bojonegoro Terpilih Sebagai Percontohan Pemerintah Daerah Terbuka Open Government Partnership” di Jakarta, Kamis (14/4/2016). (foto : metrotvnews.com)

Jakarta, Jelasberita.com | Terpilih untuk mewakili Indonesia sebagai daerah percontohan pemerintah daerah terbuka dalam ajang Open Government Partnership (OGP) Subnational Government Pilot Program, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyatakan akan siap bersaing dengan 14 pemerintah daerah dunia lainnya.

Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang membanggakan bagi masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Bojonegoro, mengingat tadinya ada sebanyak 45 pemerintah daerah di dunia mendaftar ajang ini, namun hanya 14 pemerintah daerah dunia saja yang lolos seleksi, termasuk didalamnya Kabupaten Bojonegoro.




Dari Indonesia sendiri sebenarnya Provinsi DKI Jakarta dan Aceh juga telah menyatakan siap mengikuti ajang ini dan turut mendaftar, namun hanya Kabupaten Bojonegoro lah yang lolos seleksi dan mewakili Indonesia dan terpilih sebagai wakil dari Asia selain Pemerintah Kota Seoul dan Pemerintah Kota Tbilisi.

Dalam keterangan yang diberikan oleh Bupati Kabupaten Bojonegoro, Suyoto dalam konferensi pers ‘Bojonegoro Terpilih Sebagai Percontohan Pemerintah Daerah Terbuka Open Government Partnership’, ia mengatakan kebanggaannya mewakili Indonesia sebagai daerah percontohan pemerintah daerah terbuka. Menurutnya, hal ini juga tidak lepas dari rasa kepercayaan yang begitu tinggi antara masyarakat dan pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Kunci dari semuanya adalah keterbukaan. Saya berharap dalam dua tahun kedepan semua akan berjalan lebih baik lagi,” kata Suyoto di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/4/2016).

Direktur Aparatur Negara Kementerian PPN/Bappenas yang juga sebagai Koordinator Nasional Open Government Indonesia, Raden Siliwanti mengatakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro hadir sebagai pemerintahan daerah yang terbuka dan mampu membangun pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya sejalan dengan agenda prioritas dalam Nawacita Presiden Joko Widodo. Hal ini pulalah yang menurutnya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sudah sepantasnya berbicara di ajang berskala internasional dan dapat disetarakan dengan kota-kota besar di dunia.




“Bojonegoro kini telah sejajar dengan Paris, Madrid, Skotlandia, Buenos Aires, Jalisco, Sao Paolo,” ujar Siliwanti.

Dalam ajang ini, Bojonegoro nantinya akan didampingi oleh Sekretariat OGP untuk menyusun Rencana Aksi Daerah, yang isinya merupakan komitmen-komitmen untuk mendukung gerakan-gerakan keterbukaan pemerintah. Tak hanya masukan dari kalangan pemerintah daerah saja, masukan dari publik nantinya juga turut berpartisipasi dalam menyusun Rencana Aksi Daerah ini.

OGP sendiri pertama kali dilaksanakan sejak kemitraan OGP terbentuk pada September 2011. Tujuan dari ajang ini adalah untuk mendukung kemajuan keterbukaan pemerintah, partisipasi publik, serta inovasi dalam tata kelola pemerintahan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.