Lukisan Senilai Rp 1,79 Triliun Ditemukan Diatas Loteng Rumah Yang Bocor

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Lukisan yang diberi nama Judith Beheading Holofernes yang ditaksir senilai Rp 1,79 triliun ditemukan diatap rumah yang bocor seorang warga Toulouse, Prancis. (foto : liputan6.com)
Lukisan yang diberi nama Judith Beheading Holofernes yang ditaksir senilai Rp 1,79 triliun ditemukan diatap rumah yang bocor seorang warga Toulouse, Prancis. (foto : liputan6.com)

Toulouse, Jelasberita.com | Niat memperbaiki loteng rumah yang bocor, seorang pria di Toulouse, Prancis menemukan sebuah harta karun berupa lukisan yang ditaksir senilai 120 juta Euro atau sekitar Rp 1,79 triliun.

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan ahli seni, lukisan tersebut adalah salah satu dari dua versi lukisan seniman Italia, Caravaggio. Salah satu lukisan tersebut dipajang di Galeri Nasional Seni Kuno di Roma, Italia, sedangkan versi lainnya yang kemungkinan merupakan lukisan yang ditemukan di Toulouse ini menghilang sekitar seabad dari pembuatan lukisan tersebut.




Dalam┬áLukisan yang diberi nama “Judith Beheading Holofernes” ini┬ámenggambarkan pemenggalan seorang jenderal tentara Nebukadnezar oleh Judith, seorang janda cantik dari Bethulia dan diperkirakan dilukis oleh sang maestro sekitar tahun 1600 an.

“Penemuan kembali karya masterpiece asli Caravaggio ini merupakan penemuan yang sangat besar. Lukisan ini merupakan temuan kanvas paling penting selam 20 tahun terakhir. Ini karya seorang maestro yang jenius,” ujar salah seorang ahli lukisan, Turquin, Kamis (14/4/2016).

“Hampir dapat dipastikan lukisan ini merupakan karya Caravaggio,” ujar salah seorang seniman ahli Carvaggio, Nicola Spinoza.

Namun, sejarawan seni lainnya ada yang tidak setuju dengan hasil penemuan tersebut. Mereka mengatakan kalau lukisan tersebut bisa jadi karya peniru lukisan Caravaggio, Louis Finson.




Seperti diketahui, pelukis asal Italia yang memiliki nama lengkap Michelangelo Merisi da Caravaggio merupakan salah satu pelukis yang sering menghasilkan karya bertema kekerasan dalam Alkitab, bahkan pemenggalan kepala seperti yang digambarkan dalam lukisan “The Beheading of Saint John the Baptist”(1608), dan “David with the Head of Goliath”(1610).

Saat ini pihak berwenang Prancis melarang lukisan tersebut dibawa keluar negeri selam 30 bulan guna penyelidikan yang lebih menyeluruh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.