Heboh Reklamasi, Inilah Alasan Ahok Kenapa Ngotot Reklamasi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




497442_620

Jakarta, Jelasberita.com| Terkait dengan hebohnya pemberitaan mengenai pro dan kontra soal reklamasi pantai utara Jakarta, Ahok pun menjelaskan mengapa dirinya terkesan ‘ngotot’ untuk tetap melakukan reklamasi tersebut. Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bahwa di masa yang akan datang, reklamasi nantinya akan menjadi hal yang biasa dan lumrah dilakukan. Menurutnya, seiring dengan pertumbuhan serta lonjakan jumlah manusia, kebutuhan akan lahan pun akan semakin meningkat.




 

“ada analisa mengenai dunia pada 40 tahun mendatang, jadi kalau enggak mau dilakukan reklamasi akan banyak terjadi musibah kelaparan akibat lonjakan jumlah penduduk, dan lahan tidak cukup.” Ujar Ahok saat ditemui di Kantor Gubernur Dki Jakarta, Pada Kamis (14/4).

 

Ahok juga menambahkan bahwa sebenarnya tidak ada yang akan menolak reklamasi. Sebagai contoh, di beberapa negara, hal-hal mengenai reklamasi biasa dilakukan. Sebut saja, Singapura dan Dubai. Keduanya merupakan negara yang sudah sejak lama melakukan reklamasi di negaranya.




 

Ahok menilai, Indonesia memiliki poin lebih dalam hal reklamasi akibat kondisi geologisnya. Indonesia terletak di lempeng samudra, sehingga lautnya tidak terlalu dalam.

 

Jadi kesimpulannya, dengan kondisi perairan yang dangkal, reklamasi akan lebih mudah dilakukan. “jadi Indonesia itu udah beruntung banget, selain punya banyak pulau, kita ini juga bukan lempeng samudera tapi lempeng benua makanya cetek.” Pungkas Ahok.

 

Sesuai dengan kepres Nomor 52 Tahun 1995, Pemerintah sudah mengeluarkan izin untuk melakukan proyek reklamasi. Kemudian, aturan tersebut diperbaharui oleh aturan yang lain. Yakni peraturan Presiden Tahun 122 Tahun 2012.

 

Ahok juga mengatakan bahwa dirinya sudah memberikan izin  melalui surat keputusan gubernur bagi para pengembang. Salah satu izin yang dimaksud adalah SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 2268 Tahun 2015 mengenai pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau F kepada PT Jakarta Propertindo.

 

Setelahnya, juga ada SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 2269 Tahun 2015 terkait pemberian izin pembangunan reklamasi pulau I Kepada PT Jaladri Kartika Pakci. Serta SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 2485 Tahun 2015 tentang pemberian izin reklamasi Pulau K Kepada PT Pembangunan Jaya Ancol.

Leave a Reply

Your email address will not be published.