Apakah Abu Sayyaf dan ISIS memiliki hubungan?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




abu sayyaf

10 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini tengah disekap oleh sejumlah penculik di Filipina, dan Indonesia masih melakukan upaya pembebasan pada mereka. Menurut menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu, orang-orang yang melakukan penyekapan itu adalah pecahan dari kelompok Abu Sayyaf. Lalu, siapa itu Abu Sayyaf?




1. Abu Sayaf artinya bapak ahli pedang

Dalam bahasa Arab, Abu Sayyaf bermakna sebagai Bapak Ahli Pedang, namun nama ini juga disandang oleh seorang pejuang Afghanistan yang berperang melawan Uni Soviet pada tahun 80an. Nama tersebut beberapa tahun kemudian digunakan oleh sekelompok orang yang memisahkan diri dari kelompok separatis Front Pembebasan Nasional Moro (The Moro National Liberation Front atau MNLF) di Filipina. Kelompok orang ini menginginkan Mindanao merdeka dan berencana untuk mendirikan negara Islam di wilayah tersebut. Demi tercapainya tujuan tersebut, kelompok Abu Sayyaf itu gencar memerangi aparat Filipina.

2.Abu Sayyaf berisi orang-orang mayoritas tak berpendidikan

Berbeda dengan MNLF atau pecahan lainnya, Abu Sayyaf lebih tidak terkontrol. Walau sama-sama memeluk Islam dan memperjuangkan kemerdekaan, mayoritas mereka yang bergabung hanya berdasarkan solidaritas, dan banyak pula yang tidak berpendidikan dan minim pengetahuan. Karena hal itulah mereka sering sekali berpikir negatif dengan merasa didiskriminasi dan terintimidasi.

Kelompok ini banyak melakukan hal-hal brutal seperti merampok, menculik dan meminta tebusan demi memlengkapi persenjataan dan amunisi. Bukan tidak mungkin banyak yang bergabung dengan mereka dari kalangan penjahat.

3.Bersikap kejam pada semua sandera

Tak jarang, orang-orang yang mereka culik akan berakhir mati bila tak memenuhi tuntutan yang mereka berikan. Orang-orang yang menjadi sasaran penculikan kelompok bu Sayyaf adalah orang Filipina dan kulit putih.




Staf palang Merah Internasional dari Italia, Eugenio Vagni, diculik dan disandera selama 6 bulan namun kemudian dilepas setelah ditebus sebesar USD 10.000 atau sekitar 130 juta rupiah. sedangkan sandera Bernard Ghen Ted Fen dari Malaysia akhirnya dipenggal karena keluarganya tak mampu menebus sebesar 40 juta peso atau sekitar 12 miliar rupiah.

4. Pendirinya telah tiada namun aksinya masih merajalela

Abdurajak Abubakar Janjalani adalah pendiri kelompok Abu Sayyaf, ia tewas saat baku tembak dengan tentara Filipina pada Desember 1998. Saat ini kedudukan pemimpin digantikan oleh Isnilon Hapilon. Pemerintah Amerka Serikat menyediakan hadiah 5 Juta Dolar bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi atau menangkap Hapilon.

5. Abu Sayyaf berbaiat pada ISIS

Menurut Nasir Abas, pengamat terorisme, Abu Sayyaf hanya ikut-ikutan saja bergabung bersama ISIS padahal apa yang telah mereka lakukan telah lebih dulu dibanding ISIS. Tiga kepulauan yang berada di selatan Filipina yaitu Mindanao, Jolo dan Basilan yang dikuasai oleh kelompok itu telah bergabung bersama ISIS.

Leave a Reply

Your email address will not be published.