Diperiksa KPK Terkait Kasus Sumber Waras Pada Hari Ini, Ahok Mengaku Siap

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku siap diperiksa KPK terkait kasus pembelian lahan RS Sumber Waras. (foto : viva.co.id)
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku siap diperiksa KPK terkait kasus pembelian lahan RS Sumber Waras. (foto : viva.co.id)

Jakarta, Jelasberita.com | Terkait kasus pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada hari ini, Selasa (12/4/2016).

“KPK hanya akan meminta keterangan Ahok saja terkait kasus sumber waras ini,” ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Senin (11/4/2016).




Pemanggilan ini merupakan pemanggilan perdana dirinya oleh KPK terkait kasus pembelian lahan RS Sumber Waras. Namun, Ahok mengaku telah siap memberikan keterangan yang diperlukan oleh KPK, mengingat pengalaman sebelumnya ketika ia dimintai keterangan oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK) terkait kasus Sumber Waras tersebut pada 23 November 2015 lalu.

“Saya siap dipanggil KPK soal sumber waras. Sebelumnya saya juga sudah pernah dipanggil Bareskrim dan BPK, jadi kalau dipanggil KPK saya siap-siap saja, kan lumayan karier saya semakin bagus,” ujar Ahok.

Untuk mempersiapkan diri, Ahok juga mengaku telah mempersiapkan beberapa dokumen yang diperlukan untuk memperkuat keterangannya dihadapan para penyidik KPK nanti, walaupun ia belum mengetahui keterangan apa yang akan dikorek dari dirinya terkait kasus sumber waras tersebut.

“Kasus ini (sumber waras) kan sebenarnya sudah lama, pasti kalian sudah lupa kan.¬†Pastinya, tidak jauh berbeda waktu ke BPK lalu, kalau tidak bawa dokumen terus mau bawa apa lagi.,” ungkap Ahok.




Sebelumnya KPK memang diketahui tengah gencar mengusut tuntas proyek pembangunan RS Sumber Waras yang disinyalir kuat adanya tindak korupsi didalamnya. Hal ini pun diperkuat dengan hasil audit BPK yang menemukan adanya 6 penyimpangan mulai dari pembentukan harga hingga penyerahan hasil, sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar dalam pembelian lahan Rumah Sakit berpelat merah tersebut.

Selain Ahok, KPK juga turut memeriksa 33 saksi, termasuk diantaranya Ketua Yayasan RS Sumber Waras, Kartini Mulyadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.