Calon Ketua Umum Golkar Dibebankan Biaya Munas Hingga Rp 20 miliar, Untuk Apa?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Situasi rapat Pleno pemilihan calon Ketua Umum Partai Golkar. (foto : inilampung.com)
Situasi rapat Pleno pemilihan calon Ketua Umum Partai Golkar. (foto : inilampung.com)

Jakarta, Jelasberita.com | Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar dalam memilih Calon Ketua Umum (Ketum), muncul gagasan bahwa masing-masing calon Ketua Umum dibebankan biaya Munas hingga mencapai Rp 20 miliar. Hal ini merupakan gagasan dari Steering Commitee (SC) Munaslub yang melihat besarnya biaya yang dibutuhkan dalam perhelatan Munas termasuk biaya transport serta penginapan para peserta Munaslub.

“Ada usulan masing-masing calon dibebankan biaya hampir Rp 20 miliar, namun ini masih merupakan gagasan, belum disepakati di rapat Pleno,” ujar anggota tim sukses Calon Ketua Umum Golkar, Ade Komarudin, Ahmad Noor Supit dalam sebuah acara televisi.




Supit beserta tim sukses lainnya mengaku keberatan dengan keputusan tersebut, terlebih sebagian besar calon Ketua Umum tersebut berasal dari DPR. Ia khawatir nantinya akan timbul kembali kecurigaan publik apabila keputusan tersebut tetap dilaksanakan.

“Calon-calonnya sebagian besar dari DPR, saya takutnya nanti akan timbul fitnah kembali,” kata Supit.

Sementara itu, Pengamat Politik, Hanta Yuda juga menilai biaya yang dibebankan sebesar Rp 20 miliar tersebut terbilang sangat fantastis apabila diperhitungkan sebagai biaya akomodasi dan transportasi para peserta Munaslub.

“Mengapa biayanya hingga mencapai miliaran rupiah, padahal kan hanya sebatas biaya akomodasi, transportasi dan lainnya,” kata Hanta.




Ia juga menilai angka tersebut menimbulkan pandangan yang buruk di mata masyarakat, bahwa untuk menjadi calon Ketua Umum Golkar membutuhkan modal awal yang sangat besar.

“Tidak masalah kalau modal tersebut dapat dipertanggungjawabkan terkait cara mendapatkan modalnya, jangan sampai menimbulkan perspektif yang negatif di masyarakat,” ujar Hanta.

“Tapi soal rasionalitas tentang biaya itu seperti apa? buat apa? Atau jangan-jangan tidak sebesar itu biayanya,” tambah Hanta.

Sebelumnya sejumlah calon Ketua Umum yang akan bertarung pada Munas Partai Golkar mendatang banyak diisi dari kalangan muda serta anggota DPR seperti, Setya Novanto, Ade Komarudin, Airlangga Hartarto, Mahyudin, Azis Syamsudin, Idrus Marham dan Syahrul Yasin Limpo.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.