TNI AU Sudah Bersiaga Dan Mengintai Kelompok Abu Sayyaf, Tinggal Tunggu Mandat Pemerintah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: Anggota Pasukan khas (Paskhas) TNI AU (itoday)
foto: Anggota Pasukan khas (Paskhas) TNI AU (itoday)

Jakarta, Jelasberita.com| Pemerintah Indonesia masih mengharapkan cara Diplomasi dan negosiasi untuk dapat membebaskan 10 warga negaranya yang saat ini tengah di sandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina. Akan tetapi, Prajurit TNI AU sudah melepas beberapa anggotanya untuk memantau dan mengintai gerak-gerik dari para Kelompok militan tersebut.

 




Seperti dilansir dari laman Liputan6.com, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriyatna saat ditemui di Landasan Udara Halim PerdanaKusuma, Jakarta Timur, pada Sabtui (9/4) mengatakan bahwa saat ini pihaknya tinggal menunggu perintah saja, semua titik sudah dijaga dan dipantau.

 

“Kita masih menunggu perintah dari atas, karena kita punya kemampuan untuk itu, terutama kemampuan surveillance. Karena kita mampu memantau gerak orang pada satu titik. Mau sembunyi di mana, kita bisa tangkap,” Tegasnya kepada Wartawan.

 




Agus juga menjelaskan bahwa, untuk saat ini pihak TNI AU belum dapat bergerak tanpa seizin atau mandat dari Pemerintah Indonesia. Agus menambahkan bahwa Pemerintah sendiri sejauh ini masih terus menunggu izin dari Pemerintah Filipina agar kita (Indonesia) dapat langsung terlibat dalam operasi penyelamatan sandera dari kelompok milik Abu Sayyaf tersebut.

 

Agus juga mengatakan bahwa, untuk urusan Teknis TNI sendiri sudah mempersiapkan berbagai alat utama untuk sistem pertahanan atau Alutsista di Lanud Tarakan.

 

“tapi ya semuanya kembali kepada izin dari Pemerintah. Yang penting kita sudah siap. Semua juga sudah ada disana dan sudah dibawa ke shelter pesawat tempur Tarakan. Tinggal menunggu mandat serta izin dari Pemerintah Filipina Saja.” Tutup Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published.