Tabrakan Pesawat Di Bandara Halim Bukti Bahwa Keselematan Penerbangan Indonesia Masih Rendah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: penampakan kerusakan pada pesawat Transnusa usai tabrakan dengan Batik Air di Bandara Halim Perdanakusuma (kompas)
foto: penampakan kerusakan pada pesawat Transnusa usai tabrakan dengan Batik Air di Bandara Halim Perdanakusuma (kompas)

Jakarta, Jelasberita.com| Peristiwa Tabrakan antara dua pesawat milik maskapai Batik Air dan Transnusa di Bandara Halim Pada Minggu (3/4) lalu. Mengundang komentar dari berbagai pihak. Diantaranya datang dari Tulus Abadi yang merupakan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI. Tulus menganggap bahwa tabrakan pesawat yang terjadi merupakan salah satu bentuk keteledoran yang sangat serius dari berbagai pihak terkait. Tulus juga mendesak agar kejadian tersebut agar segera diusut secara mendalam oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT.

 




Seperti dilansir dari laman Kompas.com, Tulus mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut tidak seharusnya terjadi.

 

“tabrakan atau senggolan antara Batik Air dan Transnusa di Halim malam ini, tidak seharusnya terjadi. ini merupakan bentuk keteledoran yang sangat serius. Ini harus segera diusut tuntas oleh KNKT.” Tegas Tulus kepada beberapa rekan media pada Senin(4/4) malam.

 




Tulus  menilai bahwa kecelakan yang terjadi kemarin merupakan tanda bahwa tidak adanya koordinasi yang baik antara petugas Air Traffic Control (ATC) dengan petugas darat yang ketika peristiwa terjadi tengah menarik pesawat Transnusa menuju Hanggar.

 

“ini jelas menunjukkan bahwa rendahnya keselematan penerbangan di Indonesia.” Tambah Tulus. Dirinya juga mendesak agar Kementerian Perhubungan segera memberikan sansi terkait kepada pihak-pihak yang terbukti bersalah atas peristiwa tersebut.

 

“kemenhub harus segera memberikan sanksi kepada para petugas yang terlibat dalam Insiden malam itu. Dan juga termasuk kepada manajemen Bandara Halim Perdanakusuma.” Imbuhnya.

 

Seperti diketahui, pada Minggu malam, sekitar pukul 20.00 WIB, pesawat Batik Air menabrak pesawat Transnusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

 

Kejadian tersebut menyebabkan beberapa bagian sayap pesawat Batik Air terbakar. Dengan segera para penumpang di evakuasi melalui pintu darurat.

 

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tabrakan pesawat tersebut. Untuk Pesawat Transnusa sendiri mengalami rusak di bagian ekor. Sedangkan Batik Air mengalami kerusakan di bagian sayap kiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.