Panama Papers, Pembocoran Data Transaksi Kotor Dunia Sepanjang Sejarah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: Panama Papers (bbc)
foto: Panama Papers (bbc)

Jelasberita.com| Sejak Minggu (3/4) malam, para pengguna Internet dihebohkan dengan ramainya kebocoran data-data finansial mengenai pencucian uang, tindakan korupsi, manipulasi pajak yang dilakukan oleh para pesohor, kepala negara, selebriti, ataupun kaum elite lainnya dari berbagai negara di seluruh dunia yang dijuluki dengan ‘Panama Paper’. Kebocoran informasi ini bahkan disebut-sebut sebagai yang terbesar di Abad 21 ini.

 




Dikutip dari pemberitaan Tempo, kebocoran dokumen ‘rahasia’ tersebut didapat dari salah satu firma hukum asal Panama bernama Mossack Fonseca yang berisi berbagai data sebesar 2,6 terrabyte. Yang merupakan rangkuman dokumen dari tahun 1977 hingga awal 2015. Pengungkapan ini berkat Investigasi dari organisasi wartawan Global.

 

Dalam dokumen tersebut terungkap bahwa adanya dunia tanpa pajak bekerja atau disebut ‘offshore’. Adalah Mossack Fonseca yang memberikan jalan untuk tetap menjaga kerahasiaan finansial kepada para Elite, mafia narkoba, milyuner, selebritas, dan lain-lain yang hendak mendirikan perusahaan di sebuah negara yang bebas pajak seperti Panama atau British Virgin Island.

 




Secara terus menerus, uang tetap mengalir dan tetap terjaga kerahasiaannya. Semua transaksi kotor tersebut tetap tersembunyi di surga bebas pajak.

 

Selain itu, didalam dokumen finansial yang berisi jutaan lembar itu terlihat secara detail beberapa transaksi dan perjanjian bisnis yang dilakukan oleh sejumlah tokoh utama dunia. selain itu, didalam dokumen tersebut juga tersimpan rahasia hasil kejahatan, semisal harta hasil curian, tindakan korupsi dan pencucian uang. Sejauh ini, ada sekitar 128 politiikus dan kaum elite dunia yang namanya sudah berhasil didapatkan dari sekian banyaknya dokumen yang bocor tersebut.

 

Ternyata, Indonesia juga tercantum dalam dokumen tersebut, sebut saja Leonardo Patar Muda Sinaga yang merupakan klien dari Firma Mossack Fonseca, Leonardo pemilik dari PT Sarana Perdana Indo Global. Leonardo sempat menipu sekitar 3.500 investor serta melarikan Rp. 2,1 Triliun pada tahun 2007. Hingga kini Leonardo masih menjadi buronan setelah sebelumnya berhasil melarikan diri ke Singapura.

 

Dari Jutaan dokumen yang berhasil mencuat ke publik tersebut masih tersimpan berbagai nama orang-orang penting dan tokoh dunia lainnya yang masih dalam tahap investigasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.