Ratusan Supir Taksi Bandara Kualanamu Lakukan Unjuk Rasa di Depan DPRD SUMUT

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: ratusan taksi bandara yang melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD SUMUT (tribunnews)
foto: ratusan taksi bandara yang melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD SUMUT (tribunnews)

Medan, Jelasberita.com| Seakan tak mau kalah dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan para driver taksi di Jakarta yang menuntut ditutupnya angkutan berbasis online pada beberapa waktu kemarin. Kali ini, Ratusan armada taksi yang biasa mangkal dan beroperasi di Kualanamu International Airport (KNIA) juga turut melakukan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol, pada Senin (4/4).

 




Seperti diberitakan oleh Tribunnews, tidak jauh berbeda dengan tuntutan yang diminta pada saat demonstrasi driver taksi di Jakarta. Di Medan, para supri taksi tersebut meminta DPRD Sumatera Utara untuk segera melakukan penertiban terhadap taksi gelap yang sudah beroperasi tanpa izin. Para supir taksi menilai bahwa adanya taksi gelap tersebut telah menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

 

“kami dengan tegas meminta kepada DPRD untuk tidak memberikan izin kepada taksi ber plat hitam yang beroperasi, karena semenjak ada mereka, pendapatan kami (para supir taksi) menjadi sedikit.” Ujar Syahputra di seputaran kantor DPRD Sumatera Utara.

 




Syahputra juga menjelaskan bahwa, sejak taksi ‘gelap’ tersebut beroperasi, dirinya hanya mampu mendapatkan satu trip saja. Bahkan untuk membayar setoran saja mereka tidak mampu.

 

Selain itu, Syahputra juga berharap agar pihak PT. Angkasa Pura II segera mengambil tindakan tegas kepada para pelaku taksi ‘gelap’ atau taksi ber plat hitam tersebut. agar para supir taksi resmi dapat mengisi perutnya dari kerja mereka.

 

“harapan kami Cuma satu, hanya ingin taksi ber plat hitam tersebut di tindak tegas. Saya pernah sampai hampir 24 jam kerja, namun pendapatannya tetap tidak sebanding.” Tambah Syahputra.

Leave a Reply

Your email address will not be published.