Dunia Olahraga Juga Ada Kecurangan Kotor, Ini Kisahnya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




dunia olahraga

Sudah sejak dulu selalu ada saja atlet yang mencoba mencederai sportivitas dunia olahraga hanya demi mendapatkan kemenangan tanpa melakukan upaya keras. Karena itulah banyak sekali kasus kecurangan yagn terjadi seperti kisah-kisah di bawah ini yang mencederai sportivitas dengan sangat kotor.




1. Pemenang marathon yang tak lari

Rosie Ruiz

1980 adalah ketika Rosie Ruiz memenangkan Boston Marathon hanya dalam waktu 2 jam 30 menit. Namun hal aneh muncul ketika ia tak berkeringat sama sekali bahkan tatanan rambutnya tidak berantakan ketika menerima medali, kulitnya juga tidak memerah seperti pelari lainnya. Juri semakin curiga ketika ia diwawancarai, ia tak mengerti istilah-istilah dalam marathon.

Setelah diselidiki ternyata Ruiz berlaku curang dalam ajang tersebut. Ternyata Ruiz bukanlah pelari profesional, ia terbukti telah memotong jalur dengan menggunakan kendaraan umum. Strategi ini ternyata juga ia lakukan saat di New York Marathon, ajang sebelum Boston Marathon.

2. Pedang Anggar ajaib

dunia olahraga




Sejak dahulu, Uni Soviet selalu menjadi negara yang menggebu-gebu meraih emas dalam olimpiade. Uni Soviet juga sukses dalam dunia olahraga anggar melalui atletnya Boris Onischenko. Sejak 1972, Boris menjadi atlet yang menjuarai pentathlon. Namun ternyata ia telah berbuat curang demi mendapatkan emas.

Kecurangannya terkuak ketika berlaga bersama Jim Fox, Jim merasa curiga ketika Boris mendapatkan angka untuk serangan yang tidak kena. Kecurigaannya ia laporkan ke komite olimpiade, dan akhirnya ditemukan bahwa epee, pedang anggar milik Boris telah kawat elektronik yang terhubung dengan sistem pemberian poin, dengan ayunan tak kena pun Boris tetap akan mendapatkan angka.

3. Dunia olahraga Rugby ternoda oleh Darah palsu

Rugby-Tom-Williams

Kecurangan datang dari dunia Rugby dalam turnamen Heineken Cup Match pada 2009. Saat itu Tim Rugby asal London, Harlequins berlaga melawan Linster. Ternyata sebuah rencana kotor telah disiapkan oleh Harlequins untuk mencurangi Linster.

Salah satu atlet Harlequins yaitu Tom Williams berencana akan mengucurkan darah palsu di kakinya namun rencana itu gagal ketika ampul darah malah pecah di dalam mulutnya. Hal ini tentu saja aneh sebab banyak penonton dan juri yang melihat tak ada sesuatu yang menghantam dada maupun mulut Tom hingga berdarah. Bahkan dokter klub memberikan saran agar Tom melanjutkan ‘acting’ dengan merobek bibirnya agar luka menjadi terlihat asli.

Akibatnya, presiden Harlequins mendapatkan hukuman skorsing dan denda untuk direktur Harlequins, Dean Richards selama 3 tahun. Sedangkan Tom Williams mendapatkan skorsing selama 1 tahun.

4. Peserta Paralympics yang tak memiliki ‘kekurangan’

Paralympics

Spanyol ternyata mencatatkan prestasi buruk dalam dunia olahraga. Pada tahun 2000, Spanyol meraih medali emas di cabang basket, yang mengagumkan adalah atlet dalam ajang ini adalah disabilitas. Namun ternyata lama-kelamaan para pemain ini terungkap ternyata tak memiliki kekurangan atau disabilitas apapun.

Salah satu pemain basket, Carlos Ribagorda justru bekerja sebagai penulis di sebuah majalah bisnis dan juga menerbitkan sebuah buku. Setelah semakin banyak orang yang mengetahui bahwa ia tak memiliki disabilitas secara mental ia kemudian mengembalikan medali dan mengakui bahwa dalam timnya terdapat 10 dari 12 orang tak menyandang disabilitas. Hal ini juga ditemukan di cabang renang dan pemain tenis meja dari Spanyol juga melakukan kecurangan.

5. Doping Aborsi di Jerman Timur

Inilah cara paling kotor dalam mencederai sportivitas dunia olahraga. Kontroversi datang dari Jerman timur, banyak yang percaya dan banyak yang tidak. Banyak yang mengakui bahwa atlet di Jerman tak mendapatkan perlakuan baik dalam dunia olahraga. Banyak pelatih yang memberikan steroid tanpa sepengetahuan atletnya sendiri.

Doping aborsi dikuak pada 1998 oleh Prince Alexandre de Merode dari Belgia, mantan wakil presiden dari International Olympic Committee. Ia mengatakan banyak atlet wanita dari Eropa timur mendapatkan inseminasi secara artifisial, kemudian diaborsi setelah beberapa bulan hanya demi mendapatkan kekuatan fisik yang baik saat berlaga di Olimpiade.

Leave a Reply

Your email address will not be published.