Online Shop sering melakukan kesalahan ini!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




online shop

Hadirnya media sosial  saat ini telah membuka banyak peluang untuk pelaku bisnis kecil maupun UMKM untuk melakukan promosi secara meluas mengenai produknya.  Bahkan sosial media dapat menjadi lahan untuk bersaing bisnis antara brand pemula dengan brand besar untuk meraup banyak keuntungan.




Tetapi, ternyata tak semua online shop dapat menggunakan sosial media miliknya dengan baik bahkan cenderung salah. Irfan Prabowo alias Fanbul Social Media Strategist dan Community Manager Hipwee mengatakan ternyata ada satu kesalahan yang paling sering dilakukan oleh online shop bahkan kesalahan ini adalah kesalahan mendasar yang sering terjadi.

Online Shop terlalu berfokus pada diri sendiri

“Online Shop yang baru mulai terlalu berfokus pada diri sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, sebuah online shop harusnya membangun keterikatan dengan audiencenya terlebih dahulu. Dalam hal ini pelaku bisnis yang baru memulai dan mengandalkan sosial media sebagai sarana berpromosi harus mengenalkan brand, produk, maupun value yang mereka usung.

Fanbul lalu memberikan contoh yang sering sekali terjadi. Semisal ada sebuah online shop yang menjual hijab untuk kalangan mahasiswi, hal yang perlu diperhatikan adalah pelaku bisnis tak boleh melulu mengunggah foto hijab saja walaupun mereka memang menjual itu, namun ada baiknya konten yang mereka unggah dapat mengikat followers secara emosional, konten yang dapat terjalin komunikasi antara audience dan pelaku bisnis, atau bila perlu konten yang mempersuasi mereka secara halus.




Menggunakan konten yang sama dan monoton

Salah satu contoh konton bila pelaku bisnis ingin tetap mengunggah hijab yang ingin mereka jual dapat mengunggah foto yang menampilkan bila hijab tersebut digunakan di kalangan kampus dan bukannya foto yang menggambarkan hijab secara biasa. Dengan hal ini tentu calon customer dapat dengan mudah mereview bila mereka menggunakannya nanti ketika di kampus.

Apalagi Instagram yang belakangan dikabarkan akan mengubah algoritma timeline mereka membuat foto-foto yang lebih disukai dalam seluruh postingan milik akun tersebutlah nantinya yang akan muncul di halaman timeline dan bukannya foto terbaru yang diunggah oleh pengguna. Hal ini tentu membuat banyak pelaku bisnis harus mengubah strategi milik mereka.

Fanbul berpendapat bahwa bila terjadi perubahan di Instagram maka hanya brand yang paling memahami audience-nyalah yang akan lebih berpeluang untuk sukses.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.