Festival Pasar Modal Syariah 2016

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Festival Pasar Modal Syariah 2016

Dengan jumlah penduduk Muslim yang sangat besar, idealnya Pasar Modal Syariah sudah jauh lebih berkembang dibanding saat ini. Berbagai upaya sosialisasi yang digelar para Self Regulatory Organization (SRO) hanya bisa meningkatkan jumlah investor syariah menjadi sekitar 3.400 orang pada akhir tahun 2015.




Namun di balik angka itu memperlihatkan potensi yang tidak kecil. Sebab, upaya SRO selama enam bulan terakhir 2015 sesungguhnya berhasil meningkatkan jumlah investor sekitar 40% menjadi 3.400 orang. Direktur BEI Nicky Hogan mengatakan, terdapat penambahan 1.400 orang selama 6 bulan sosialisasi.

Melihat fakta tersebut, apalagi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa, potensi pasar modal syariah tentu sangat besar. Walau awal tahun ini tekanan global terhadap pasar modal Indonesia masih terasa, namun tanda-tanda pemulihan mulai terlihat. Dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi mulai menunjukkan tren positif, yang tentu saja akan berimbas positif pada pemulihan pasar modal Indonesia.

Selaras dengan tren positif tersebut, sangat tepat bila PT Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan menyelenggarakan Festival Pasar Modal Syariah 2016. Event ini merupakan agenda kegiatan pasar modal syariah pertama yang akan berlangsung di Gedung Bursa Efek Indonesia. Tujuannya meningkatkan angka literasi pasar modal syariah dan meningkatkan investor Pasar Modal Syariah Indonesia.

Disadari benar bahwa peran pasar modal sebagai sumber pendanaan maupun sebagai sarana investasi masyarakat belum berkembang secara ideal. Hal ini terjadi karena investasi di pasar modal belum mampu dipahami secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat. Festival Pasar Modal Syariah 2016 diharapkan bisa membantu membangun awareness dan ketertarikan masyarakat umum terhadap potensi industri Pasar Modal Syariah Indonesia di tengah industri keuangan syariah global yang berkembang cepat.




Melalui event ini, diharapkan pula terjadi peningkatan investor pasar modal syariah yang signifikan yang pada akhirnya akan ikut meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar modal. Festival Pasar Modal Syariah 2016 mengusung tema: Yuk Nabung Saham Syariah”.

Tema ini merupakan bagian dari rangkaian kampanye nasional “Yuk Nabung Saham” yang juga dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Indonesia yang sampai saat ini masih cenderung saving society. Padahal, jika dilihat dari kemampuan, mayoritas masyarakat Indonesia idealnya sudah punya kemampuan untuk berinvestasi. Melalui kampanye tersebut, diharapkan paradigma masyarakat Indonesia mulai bergeser dari gemar menabung konvensional menjadi semangat meraih keuntungan dari berinvestasi di pasar modal.

Jika minat berinvestasi mulai tumbuh, diharapkan akan ikut menumbuhkan pula kesadaran untuk berinvestasi dengan prinsip syariah. Meski masih dalam proses pertumbuhan, produk-produk Pasar Modal Syariah Indonesia sudah cukup beragam untuk memenuhi kebutuhan investasi dengan prinsip syariah.

Festival Pasar Modal Syariah juga digelar dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan investasi pasar modal syariah, baik dari sisi potensi maupun risiko investasi yang melekat. Jika pemahaman mulai tumbuh, maka jumlah investor lokal di pasar modal syariah diharapkan terus bertumbuh. Pada akhirnya, pasar modal syariah diharapkan makin memberi kontribusi signifikan pada peningkatan nilai dan volume transaksi pasar modal Indonesia secara keseluruhan.

Festival Pasar Modal Syariah 2016 akan digelar dalam bentuk pameran empat hari dari 30 Maret – 2 April 2016 yang menghadirkan sekitar 50  stand dari kalangan Anggota Bursa, Manajer investasi, Emiten Syariah, SRO, OJK, maupun pendukung lainnya. Selama pameran berlangsung, akan ada kegiatan pendukung  seperti talk show, hiburan, dan pengundian doorprize.

Sekitar 6.000 pengunjung ditargetkan  ikut meramaikan  pameran tersebut.  Kalangan yang disasar meliputi, calon investor dari kalangan ibu rumah tangga,bwiraswasta, maupun karyawan, para investor pasar modal yang selama ini sudah berinvestasi di saham maupun reksa dana, serta para stakeholder pasar modal  seperti pegawai SRO, emiten, maupun OJK. Selain itu, pameran juga diharapkan bisa merebut perhatian kalangan mahasiswa dan pelajar di wilayah Jabodetabek, masyarakat umum yang berdomisili Jabodetabek, serta kalangan media massa. (TIM BEI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.