Dekat Dengan Korupsi, Sumut Menjadi Prioritas Utama Perhatian KPK

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Logo KPK di kantor pusat KPK. Foto : beritasumut.com




Logo KPK di kantor pusat KPK. Foto : beritasumut.com

Medan, Jelasberita.com | Dalam kunjungan ke Sumatera Utara (Sumut), Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan dan Saut Situmorang mengungkapkan bahwa Provinsi Sumatera Utara merupakan Provinsi yang paling rentan dengan tindak pidana Korupsi setelah Provinsi Banten dan Riau. Hal ini terbukti dari banyaknya kasus korupsi yang menjerat para pejabat daerah di Sumatera Utara.

Untuk itu, dalam seminar “Pencegahan Dini Terhadap Korupsi” di Kantor Bappeda, Gedung Binagraha, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (30/3/2016), Basaria Panjaitan dan Saut Situmorang mengatakan akan menjadikan Sumut sebagai prioritas utama perhatian KPK agar Sumut menjadi provinsi yang bebas dari tindak korupsi.

“Kami berharap nantinya korupsi tidak ada lagi di Sumut,” ujar Basaria Panjaitan.

“Sebenarnya ada 3 provinsi yang jadi prioritas KPK saat ini, yaitu Banten, Riau dan Sumatera Utara. Tapi, kami akan lebih fokus ke Sumatera Utara saat ini agar ada perubahan yang signifikan di daerah ini. Selain itu, kami juga berharap agar Sumatera Utara menjadi contoh bagi daerh-daerah lainnya kelak, karena percuma dong sekarang ada dua orang batak di KPK,” kata Saut Situmorang.




Dalam seminar yang juga turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, Wakil Kepala Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Polisi Ahmad Haydar, Kepala Polresta Medan Komisaris Besar Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto, mantan Gubernur Sumatera Utara Samsul Arifin, serta perwakilan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Saut juga mengaku bahwa KPK telah menrima 10 ribu laporan kasus korupsi tiap tahunnya. Hal ini pulalah yang membuat pekerjaan rumah KPK menjadi semakin banyak, dan sesegera mungkin harus diselesaikan.

“Setiap tahun, kurang lebih ada 10 ribu laporan yang kita terima setiap tahunnya, jadi koruptor ini tidak bisa kemana-kemana. Tapi, ini juga yang membuat tugas rumah kami semakin banyak untuk diselesaikan,” terang Saut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.