Wanita Penata Busana Ini Dilarang Terbang Seumur Hidup, Ini Alasannya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Seorang wanita Bridget Nhire (33) dilarang terbang seumur hidup di maskapai penerbangan British Airways karena telah mengganggu penumpang didalam pesawat. Foto : tribunnews.com
Seorang wanita Bridget Nhire (33) dilarang terbang seumur hidup di maskapai penerbangan British Airways karena telah mengganggu penumpang didalam pesawat. Foto : tribunnews.com

London, Jelasberita.com | Akibat ulahnya, seorang wanita yang diketahui berprofesi sebagai penata busana dan konsultan mode fashion merek Reiss ini mendapatkan pelarangan terbang seumur hidup dengan menggunakan maskapai British Airways diseluruh dunia. Pasalnya, ia dikabarkan membuat penumpang lain merasa tidak nyaman atas perilakunya selama berada dalam penerbangan dari London ke Dubai.

Peristiwanya terjadi pada Minggu (27/3/2016). Saat itu, wanita yang diketahui bernama Bridegt Nhire (33) ini telah membuat penumpang lain merasa terganggu atas ulahnya yang terlalu sering bangun dalam pesawat dan sering meregangkan kakinya, yang mengusik kenyamanan penumpang lain didalam pesawat British Airways tersebut.




Akibatnya, adu mulut antara Nhire dan penumpang yang terganggu kenyamanannya tersebut pun tidak dapat dihindarkan lagi, hingga akhirnya awak kabin pun datang dan menyuruh Nhire untuk berpindah tempat dari tempat duduknya tersebut. Tak hanya itu, awak kabin tersebut pun menegur Nhire karena diduga Nhire telah banyak meminum minuman keras sehingga membuat drinya kehilangan kendali selama berada didalam pesawat.

“Penumpang itu menyuruh saya untuk duduk tenang, tapi saya punya hak untuk bangun dan berjalan keluar dari tempat duduk saya. Ini menimbulkan perdebatan kecil diantara kami,” ujarnya malu.

“Awak kabin lalu menyuruh saya untuk pindah duduk ke depan. Meraka juga menuduh saya sudah minum terlalu banyak, hingga saya menjadi agresif dan kehilangan kendali. Tapi saya membantahnya, saay tidak minum banyak, hanya dua gelas anggur saja saat makan tadi,” tambahnya.

Karena terus melakukan ulah yang mengusik kenyamanan penumpang pesawat, akhirnya awak kabin pun terpaksa mengikat wanita tersebut dikursi seraya memborgol tangannya.




Setelah tiba di Bandara, Nhire pun diturunkan dari pesawat, dan ia dibebaskan lima jam kemudian setelah terbukti tak bersalah. Namun atas tingkahnya tersebut, ia sempat terjebak belasan jam di Dubai setelah sebelumnya British Airways menyatakan dirinya dilarang terbang seumur hiduo dengan menggunakan maskapai British Airways seluruh dunia.

Karena pelarangan tersebut, Nhire pun menyatakan akan menuntut British Airways berupa kompensasi sebesar 350 poun atau sekitar Rp 7 juta karena dinilai terlalu berlebihan atas keputusan tersebut.

“Keterangan saya tidak dianggap disini. Anda tidak bisa meninggalkan seseorang terdampar di Bandara Negara asing seperti ini. Pihak British Airways harus bertanggung jawab atas hal ini,” kata Nhire

Mendengar itu, pihak British Airways sama sekali tidak memperdulikan tuntutan tersebut, mereka tetap pada keputusannya. Hal ini dianggap sudah sesuai dengan penyelidikan sebelumnya, serta dari keterangan awak kabin dan penumpang yang merasa terusik akibat ulahnya tersebut.

“Penumpang serta awak kabin kami berhak menikmati penerbangan mereka tanpa ada gangguan sedikitpun. Kami tidak akan pernah mengeluarkan larangan terbang seumur hidup tanpa melakukan peenyelidikan terlebih dahulu. Kalau ia mau mengajukan banding, silahkan saja,” tegas Juru Bicara British Airways.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.