Hilangkan Pandangan Negatif, Pemkab Tangerang Akan Ubah Kawasan Prostitusi Dadap Menjadi Pusat Studi Islam

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Kawasan Dadap, Kosambi, tangerang sejak lama dikenal sebagai kawasan lokalisasi prostitusi. Foto : tempo.co.id




Kawasan Dadap, Kosambi, tangerang sejak lama dikenal sebagai kawasan lokalisasi prostitusi. Foto : tempo.co.id

Tangerang, Jelasberita.com | Kawasan Dadap, Kosambi, Tangerang diketahui menjadi permasalahan utama yang wajib diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Daerah yang dahulunya merupakan kawasan yang dipenuhi oleh restoran-restoran yang terkenal dengan olahan makanan lautnya, kini telah beralih fungsi menjadi cafe remang-remang yang menawarkan jasa prostitusi para PSK nya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan digandeng oleh sejumlah akademisi dari perguruan tinggi berencana akan segera melakukan penggusuran dan penutupan kawasan lokalisasi prostitusi tersebut, tepatnya pada tanggal 23 Mei 2016.

“Kami terus melakukan sosialisasi, kami berharap pemilik cafe di kawasan tersebut bersedia membongkar bangunannya atas keinginan sendiri, sebelum dilakukan penggusuran,” kata Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

Tak hanya itu, Pemkab Tangerang juga akan menggandeng akademisi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta untuk membuat kawasan yang terkenal akan image negatifnya tersebut menjadi Pusat Studi Islam dan Kampung nelayan.




“Ada beberapa gagasan dari Profesor Budi Pratikno dari UGM yang kami pergunakan untuk merubah kawasan tersebut menjadi lebih baik,” ujar Iskandar.

Namun, mengingat kawasan yang merupakan milik pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II tersebut juga merupakan daerah tempat masyarakat sekitar menggantungkan kehidupannya, masyarakat setempat berharap agar Pemkab Tangerang juga memberikan beberapa solusi kepada masyarakat sekitar kawasan tersebut.

Misalnya, kepada para PSK di kawasan tersebut, pemerintah diharapkan harus memberikan pembinaan dan keterampilan agar mereka dapat melangsungkan kehidupannya setelah beralih profesi. Begitu juga dengan warga sekitar kawasan tersebut, pemerintah juga diharapkan agar memberikan pembinaan terhadap masyarakat yang sudah terbiasa memanfaatkan bisnis esek-esek didaerah tersebut

“Bukan hanya PSK saja yang memperoleh penghasilan disini, masyarakat sekitar juga turut menikmati dari adanya bisnis esek-esek didaerah tersebut, seperti berjualan sembako di warung,” kata tokoh masyarakat setempat, Misbah.

“Saya setuju jika pemerintah melakukan penertiban dikawasan ini, itu langkah yang terbaik, tapi saya harap pemerintah juga bertindak bijak terhadap nasib masyarakat yang menggantungkan kehidupannya di kawasan ini nanti,” tambah Misbah.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.