Wakil Pimpinan Isis Tewas Dalam Serangan di Suriah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Wakil Pimpinan Isis yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Isis tewas dalam serangan di Suriah. Foto : liputan6.com
Wakil Pimpinan Isis yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Isis tewas dalam serangan di Suriah. Foto : liputan6.com

Washington DC, Jelasberita.com | Dalam sebuah serangan yang dilakukan oleh Koalisi Amerika Serikat (AS) di Syiria, Abdul Al-Rahman Mustafa Al-Qaduli dilaporkan seorang wakil pimpinan Isis yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Isis telah tewas. Hal ini diampaikan langsung dari Markas Pertahanan Militer Amerika Serikat, Pentagon.

“Kami secara perlahan akan melenyapkan seluruh Kabinet di Isis. Orang kedua Isis telah tewas dalam serangan koalisi AS di Syiria,¬†Abdul Al-Rahman Mustafa Al-Qaduli sebagai bukti akan awal untuk menghambat pergerakan kelompok tersebut,” kata Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, Jumat (25/3/2016).




Sebagai Menteri Keuangan Isis, Al-Qaduli memang dikenal memiliki peran penting dalam keberlangsungan kelompok radikal ini. Dia juga berperan penting dalam mengawasi serta dalam pemberian dana dalam setiap operasi yang dilakukan kelompok Isis.

Pria yang juga dikenal dengan nama Haji Iman ini diketahui bergabung dengan Al Qaeda di Irak pada tahun 2004. Saat itu, Al Qaeda dipimpin oleh almarhum Abu Musab Al-Zarqawi, sementara ia menjabat sebagai wakil pimpinan kelompok tersebut dan bertugas di Mosul.

Ia sebenarnya pernah ditangkap oleh tentara Irak di awal kepemimpinannya pada kelompok Al Qaeda, namun dibebaskan dari penjara Irak di tahun 2012. Setelah itu, ia kemudian kembali lagi bergabung dalam kelompok Isis di Suriah. Ditahun 2015 ia pun terpilih menjadi wakil pimpinan Isis yang juga dikenal dengan nama Abu Alaa Al-Afari. Ia pun kemudian mengambil alih pimpinan kelompok militan tersebut setelah orang nomor satu Isis, Abu Bakr Al-Baghdadi dilaporkan terluka dalam serangan udara AS.

Sebelumnya pada 2015 lalu, Departemen Pertahanan Iraq menyatakan telah berhasil membunuh Al-Qaduli dalam sebuah serangan udara di wilayah Tal Afar, Iraq Utara. Namun, pernyataan tersebut segera dibantah oleh Pusat Komando AS di Tal Afar, karena tidak menemukan bukti keberadaan jasad Al-Qaduli dalam serangan tersebut.




Oleh karena itu, selang beberapa hari kemudian Departemen Luar Negeri AS sempat mengadakan sayembara berhadiah sebesar USD7 bagi setiap orang yang mampu memberikan informasi tentang keberadaan Al-Qaduli. Hal ini dianggap sebagai sayembara yang terbesar setelah sayembara yang serupa juga diberikan kepada siapa saja yang dapat menemukan orang nomor satu Isis, Abu Bakr Al-Baghdadi.

Sebelum serangan yang menewaskan Al-Qaduli ini, Menteri Pertahanan AS juga telah berhasil menewaskan pemimpin senior Isis lainnya, yakni Abu Sara. Pria ini dikenal sebagai sosok yang bertugas memberikan gaji kepada para militan di Irak Utara, serta sejumlah anggota lainnya.

“Suatu waktu mereka bisa saja menggantikan posisi pemimpin yang sudah berhasil kita tewaskan. Namun, kita pasti akan tetap memburu setiap senior serta pimpinan Isis yang sudah berpengalaman dan masih bertahan. Karena, ini langkah ini adalah tujuan penting untuk menghentikan setiap operasi mereka,” terang Carter.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.