Khofifah : Es Lilin Yang Menghantarkan Saya Hingga Menjadi Menteri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, sosok menteri yang dikenal rendah hati. foto : tribunnews.com
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, sosok menteri yang dikenal rendah hati. foto : tribunnews.com

Malang, Jelasberita.com | Mungkin sebagian orang hanya melihat pada hasil berupa kesuksesan seseorang yang telah diraih sekarang. Namun, jika diperhatikan lebih dalam, ada sebuah proses yang panjang dan mungkin sangat penuh dengan rintangan yang kadang luput dari pandangan kita.

Hal ini lah yang mungkin bisa di kaitkan dengan sosok perempuan yang rendah hati, yang kini dikenal sebagai Menteri Sosial di Kabinet Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Khofifah Indar Parawansa.




Ditemui di sela persiapan Harlah Muslimat NU di Stadion Gajahyana, Kota Malang, Khofifah berbagi kisah hidup yang tidak mulus selama masa hidupnya.

Didepan 2000 anak yatim ia memberikan sebuah falsafah hidup layaknya sebuah roda yang terus berputar dan bukan hanya sekedar rangkaian kata-kata kosong. Kadang hiduo berada dibawah, kadang juga berada diatas.

Khofifah juga menceritakan pengalaman hidupnya yang susah tidak lantas mengerutkan perjuangannya untuk meraih kesuksesan hingga saat ini. Bahkan, demi tetap memperoleh pendidikan, ia mengungkapkan harus menjadi penjual es lilin terlebih dahulu.

“Semasa kecil dulu, saya harus membantu orangtua saya berjualan es lilin demi tetap memperoleh pendidikan,” ujar Khofifah.




“Dan sekarang saya sudah menjadi Menteri Sosia di Kabinet Pemerintahan Presiden Jokowi. Es lilin yang menghantarkan saya hingga saat ini,” terang Khofifah sambil terharu.

Khofifah yang juga pernah dipercaya menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini juga menegaskan bahwa masa depan seseorang tidak dapat ditentukan dari kondisi sosial dan ekonomi seseorang saat ini. Semua dapat berubah jika bekal yang baik telah dipersiapkan untuk menyongsong masa depan.

“Jadi kalian jangan malas. Rajin belajar dan tetap berdoa, itu kunc meraih kesuksesan,” tegas Khofifah.

Ia juga memberikan motifasi kepada seluruh anak yatim yang menghadiri acara tersebut, bahwa mereka juga dapat meraih kesuksesan seperti dirinya, bahkan lebih apabila terus berusaha dan berdoa.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.