Waspada!! Sindikat Penjualan Janin Untuk Pesugihan Dengan Tawaran Harga Besar Mulai Beredar

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung menangkap tujuh orang sindikat penjualan janin sebagai tumbal pesugihan. Foto : viva.co.id




Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung menangkap tujuh orang sindikat penjualan janin sebagai tumbal pesugihan. Foto : viva.co.id

Bandar Lampung, Jelasberita.com | Terungkapnya sindikat penjualan janin sebagai tumbal pesugihan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung sangat mengejutkan masyarakat Indonesia. Hal ini juga tentunya dianggap semakin memperlihatkan kurangnya nilai-nilai moral agama di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Bukan hanya karena tindakan mereka yang mengorbankan sang janin bayi tersebut tergolong sadis, tapi percaya terhadap hal mistis yang masih diragukan kebenarannya tersebut juga semakin menambah kurangnya edukasi diantara masyarakat Indonesia. Sementara, bagi korban yang rela mengorbankan janin bayinya sendiri semakin memperlihatkan tingginya dampak pergaulan bebas serta perubahan perkembangan mental yang rendah khusunya bagi remaja Indonesia.

Ketujuh tersangka yang dinyatakan terlibat dalam sindikat penjualan bayi ini, yakni Saleh (42), Teguh Haryanto (51), Sri Umu Nurul (59), Muhammad Sumantri (45), Armedi (27), Harno Margono (57), Jajang Sudrajat (50) mengakui dalam menjalankan aksinya selalu mengincar remaja-remaja yang telah hamil diluar nikah akibat dari pergaulan bebas yang kerap menyelimuti mereka.

Korban yang merasa malu karena hamil diluar nikah serta diiming-imingi sejumlah uang yang besar oleh para tersangka membuat para korban rela mengorbankan janinnya yang dipergunakan untuk tumbal pesugihan ini.




Seperti yang dikatakan salah satu tersangka, Sri Umu Nurul yang juga merupakan dukun beranak dan bertugas mengeluarkan janin dari setiap perempuan yang ingin melakukan aborsi ini, sang Dukun pesugihan, Teguh Haryanto biasanya menawari uang sebesar Rp 10 juta untuk janin berumur tiga bulan.

“Saya bertugas mengeluarkan janin, setelah keluar baru saya serahkan ke dukun Teguh. Kemudian, kita semua kumpul dengan menyiapkan kembang tujuh rupa, menyan, tiga buah keris, tiga telur ayam kampung. Setelah itu janin tadi diramu dengan dengan syarat-syarat tadi untuk persembahan atau tumbal dari ilmu yang dianut dukun Teguh,” terang Sri.

Sementara itu, seorang korban berinisial FR (15) mengaku mengenal salah satu tersangka dari teman sekolahnya yang juga pernah melakukan aborsi. Ia lalu ditawari sejumlah uang yang besar, sehingga tergiur dan menyetujui untuk diambil janinnya.

“Saya dijanjikan mau dikasih uang kalau mau menggugurkan janin yang saya kandung. Awalnya say berkenalan dengan Armedi dari teman sekolah, terus kita janjian ketemu dihotel Bandar Lampung. Lalu saya dibawa ke Jawa untuk melakukan aborsi. Saya nurut aja, karena takut pulang ketahuan hamil oleh orangtua,” ujar FR.

Penangkapan ketujuh tersangka serta seorang korban sindikat penjualan janin ini diketahui ditangkap di Demak Jawa Tengah. Dari tangan tersangka juga turut disita barang bukti berupa dua unit mobil minibus, keris, uang tunai Rp 5 juta, dan sesaji.

Kejadian ini tentunya menuntut kita untuk selalu waspada terhadap praktek sindikat penjualan janin yang ada di Indonesia saat ini. Kabarnya, para pelaku sindikat ini tidak hanya merupakan ketujuh tersangka yang berhasil ditangkap saja, melainkan juga sudah mulai tersebar diberbagai wilayah di Indonesia.

Modusnya cukup simpel, mereka hany mencari dan mendekati remaja-remaja yang tergolong sangat dekat dengan pergaulan bebas. Kemudian dengan tawaran sejumlah uang yang besar, mereka mencoba merayu setiap perempuan yang diketahui hamil diluar nikah untuk merelakan diambil janinnya.

Intinya, dengan menjauhi pergaulan bebas, tidak tergiur dengan sejumlah uang bernilai besar,  serta memperkuat iman kepada Tuhan Yang Maha Esa pastinya akan terjauh dari rayuan para sindikat penjualan janin ini.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.