Menjijikkan! Depot Air di Jakarta Tercemar Tinja Manusia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




depot air di jakarta

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia bebrapa waktu alu melakukan survei dari keberadaan depot air minum di Jakarta. Namun hasil survei yang mereka lakukan menggunakan parameter mikrobiologi ternyata mencengangkan! Ditemukan 6 depot air di Jakarta mengandung bakteri Coliform di air minum yang mereka miliki.




Ternyata temuan itu belum seberapa sebab ada satu depot air di Jakarta malah mengandung bakteri E.Coli, bakteri ini ada karena adanya pencemaran dari kotoran manusia.

Bakteri Coliform ada sebab penanganan yang tak higienis dari sang pemilik saat melakukan proses produksi air minum kemasan isi ulang.

Menurut Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi ia menyayankan atas sikap pemerintah daerah mengenai keberadaan depot air di Jakarta yang tak layak ini. Seharusnya depot yang statusnya ilegal dan tak higienis segera ditutup.

Dia menambahkan agar pemerintah melakukan pengecekan berkala terhadap keberadaan depot-depot air minum isi ulang ini walau kebutuhan terhadap air bersih layak konsumsi di Jakarta sedang meninggi bukan berarti pemerintah dapat membiarkan depot-depot seperti ini merajalela meraup keuntungan sementara air yang mereka sediakan tidaklah layak untuk dikonsumsi.




Menurut data dari PAM Jaya dan Operator, di 2015 jakarta membutuhkan air sebesar 26,1 meter kubik per detik, sementara air bersih yang tersedia hanya 17 meter kubik per detik. Artinya ada defisit sekitar 9,1 meter kubik per detik.

Depot air di Jakarta harusnya dapat pengawasan pemerintah

Menilai dari data tersebut tentunya peluang untuk menyediakan air bersih untuk masyarakat terbuka lebar apalagi keuntungan yang diperoleh termasuk bukan angka yang kecil membuat banyak orang banyak yang tergiur dan berbondong-bondong membuka depot air di Jakarta.

Namun sayang, ternyata manisnya bisnis jual air di Jakartadiperoleh dengan cara curang dilihat dari proses produksi air layak konsumsi yang mereka sediakan.

Sedangkan temuan YLKI lain lagi, pada 2013 YLKI menemukan depot air di Jakarta yang tidak memeriksa kebersihan galon saat mengisi air, dan tutup yang digunakan juga tanpa segel, ada pula yang membersihkan galon kemasan air isi ulang milik mereka hanya menggunakan sapuk ijuk.

Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Wisnu berpendapat, seharusnya pemerintah melalui dinas kesehatan bertugas untuk mengawasi depot isi ulang air minum yang sedang tumbuh saat ini. Ia pun menghimbau agar pemerintah mencabut izin usaha bagi epot air di Jakarta yang terbukti telah melakukan pelanggaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published.