Aksi Demo Sopir Taksi Berubah Menjadi Anarkis, Citra Buruk Taksi Konvensional Pun Mulai Tercipta

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Sejumlah sopir taksi melakukan aksi bakar ban di tengah jalan raya dalam aksi demo menolak Transportasi berbasis aplikasi online. Foto : liputan6.com
Sejumlah sopir taksi melakukan aksi bakar ban di tengah jalan raya dalam aksi demo menolak Transportasi berbasis aplikasi online. Foto : liputan6.com

Jakarta, Jelasberita.com| Dalam aksi demo menolak adanya transportasi berbasis aplikasi online yang digelar pada Selasa (22/3/2016) oleh sopir taksi dan angkutan umum, terlihat beberapa titik di Ibukota menimbulkan kemacetan yang cukup parah. Tak hanya itu, aksi demo yang tadinya dijanjikan berlangsung tertib dan damai, tiba-tiba saja berubah menjadi anarkis. Hal ini dapat dilihat dengan aksi sweeping para sopir taksi yang menggelar aksi unjuk rasa terhadap sopir taksi konvesional lainnya yang memilih tetap beroperasi pada hari ini.

Tak cukup dengan aksi sweeping, mereka pun bahkan turut merusak taksi yang tetap beroperasi pada hari ini dan melukai sopir taksi yang memilih tetap beroperasi pada hari ini.




Bukan hanya dengan rekan sesama sopir taksi, mereka juga bahkan melakukan aksi sweeping terhadap mobil yang diduga sebagai taksi online yang kebetulan melintas di tengah-tengah aksi para demonstran. Mobil taksi online tersebut pun turut dirusak oleh para sopir taksi, bahkan san sopir taksi online serta penumpang yang berada didalam mobil mengaku terluka akibat aksi sweeping tersebut.

Melihat kondisi yang semakin anarkis ini, sejumlah driver ojek online, GrabCar, dan Uber yang masih beroperasi pada hari ini memilih untuk menghindari daerah-daerah yang dianggap sebagai titik pusat demo. Mereka mengaku takut, dan memilih untuk merespon reaksi keras dari para demonstran terhadap angkutan berbasis aplikasi online demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih bagi para masyarakat umum, banyak masyarakat yang melihat aksi ini semakin menambah citra buruk taksi Konvensional di mata masyarakat.

Berikut ini ada beberapa kutipan para netizen di twitter terkait aksi demo yang dilakukan para sopir taksi dan angkutan umum ini.

@pratamimay “Besok lagi tidak akan memakai @Bluebirdgroup dan @Taxi_ExpressG. Emangnya pelanggan gak bisa demo yang merugikan kalian balik! Cih.




@dianparamita “The demo benefits Uber in 3 ways
1. Raise brand awareness
2. Provide trial period for neglected taxi customers
3. Boost Uber income today

@ezkisuyanto “Harusnya taxi biasa menyesuaikan dgn bikin system baru, saingin @gojekindonesia @GrabID pake system tandingan, jgn demo begitu. Gak keren!

@RadenAyuMI “Demo yang salah alamat. Uang setoran taxi terlalu besar, demonya jangan ke pemerintah tapi mestinya ke manajemen taxinya RT@IndraJPiliang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.