Mengaku Ditampar, Sopir Angkot Didampingi Kuasa Hukum Melawan Ridwan Kamil

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Walikota Bandung, Ridwan Kamil melakukan simulasi pemasangan stiker paten pada kendaraan yang parkir sembarangan. Foto : kompas.com




Walikota Bandung, Ridwan Kamil melakukan simulasi pemasangan stiker paten pada kendaraan yang parkir sembarangan. Foto : kompas.com

Bandung, Jelasberita.com| Seorang sopir Angkutan Umum, Taufik Hidayat yang mengaku telah menjadi korban tindak kesewenang-wenangan Walikota Bandung, Ridwan Kamil atau Kang Emil menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk melakukan perlawanan terhadap Kang Emil.

Tak tanggung-tanggung, Taufik yang mengaku ditampar oleh Kang Emil pada 18 Maret 2016 bahkan akan didampingi delapan kuasa hukumnya untuk melaporkan tindakan Kang Emil tersebut ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) setelah sebelumnya telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat. Kedelapan kuasa hukum tersebut berasal dari empat lembaga, yaitu Panglima, STHB, Biro Hukum Elsit, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung.

“Kami dari LBH mengaku prihatin atas hal yang menimpa Taufik ini. Kami akan terus mendukungnya,” ujar I Made Agus Rediyudana yang berasal dari LBH.

Agus juga mengatakan akan siap bertemu dengan Kang Emil bila berkesaempatan untuk dipertemukan. Selain itu, pihaknya juga mengaku telah siap jika snag Walikota melaporkan balik kliennya tersebut.




“Kami siap bertemu dengan Kang Emil, asal sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kalaupun Kang Emil nantinya melaporkan balik klien kami, kami siap menghadapinya,” terang Agus.

Berdasarkan keterangan Agus, kejadian itu berawal dari Taufik Hidayat yang merupakan sopir angkutan umum (angkot) tengah menunggu penumpang didepan shelter bus Alun-alun Bandung yang terletak di Jalan Asia Afrika paa Jumat (18/3/2016) siang.

Saat itu, tiba-tiba saja Taufik didatangi segerombolan orang yang yang dipastikan sebagai pengawal Walikota Bandung. Lantas, tanpa basa basi mereka memaksa mengambil kunci angkot Taufik tersebut.

Tidak berapa lama, dari jauh Taufik melihat seseorang dengan mengendarai sepeda datang menghampirinya. Ia meyakini sosok itu adalah Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang dikenal kerap menggunakan sepeda untuk melaksanakan tugasnya di Kota Bandung.

Kemudian Kang Emil yang mendekat ke angkot Taufik dan menghadang Angkot tersebut, menegur keras Taufik dengan bahasa Sunda. Bahkan yang paling mengejutkan, Kang Emil menampar pipi Taufik tiga kali dan memukul bagian perut Taufik.

“Berdasarkan pengakuan Taufik, ia saat itu ditempeleng atau ditampar dibagian pipi sebanyak tiga kali dan dua kali ditonjok dibagian perut oleh pak Walikota, padahal waktu itu Taufik sudah mengaku tidak berani melawan pak Walikota dan sudah mengakui kesalahannya,” terang Agus.

Tak hanya itu saja, angkot Agus pun kemudian diambil secara paksa dan dibawa ke Pendopo (Rumah Dinas) dengan pengawalan petugas Satpol PP Kota Bandung.

“Karena angkot tersebut sumbera mata pencaharian Taufik, maka saya dan Taufik pun kembali mengambil angkot tersebut sore harinya,” ujar Agus.

Kemudian, esko harinya Taufik mengeluh bahwa kupingnya menjadi agak berdengung dan pusing-pusing karena tamparan dari sang Walikota tersebut. Lalu, Taufik pun memeriksakan diri ke RS Santo Yusup Bandung untuk melakukan visum. Setelah itu, barukah Taufik melaporkan peristiwa yang dialaminya tersebut ke Polda Jawa Barat.

Sementara, ditempat terpisah Kang Emil mengatakan bahwa ia tidak pernah menampar dan memukul sopir angkutan umum tersebut. Ia mengaku hanya memberikan teguran saja kepada Taufik, tanpa menggunakan tindak kekerasan.

Kang Emil juga mengungkapkan bahwa Taufik itu sopir ilegal dan bukanlah sopir angkutan umum resmi yang berpelat kuning.

Leave a Reply

Your email address will not be published.