Bawaslu dan BNN Akan Bekerjasama Dalam Perekrutan Kepala Daerah Yang Bersih Dari Narkoba

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Banwaslu akan gandeng BNN pada Pilkada 2017 mendatang. Foto : hariansinggalang.co.id




Banwaslu akan gandeng BNN pada Pilkada 2017 mendatang. Foto : hariansinggalang.co.id

Jakarta, Jelasberita.com| Di Indonesia, narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) saat ini tak hanya merambah masuk dikalangan masyarakat biasa saja, tetapi juga mulai merasuki di kalangan atas, terutama para Aparatur Pemerintahan.

Seperti peristiwa yang baru-baru ini terjadi, terungkap seorang bupati, sekretaris DPRD suatu daerah tertangkap tangan memiliki narkoba dan positif terjangkit barang haram tersebut. Hal ini tentunya sangat mengejutkan kita, mengingat saat waktu-waktunya yang kita harapkan akan dihabiskan untuk memberikan kulitas dalam kepemimpinannya di daerah, malah dihabiskan untuk menggunakan barang haram tersebut. Apakah pemimpin pilihan rakyat yang seperti ini yang kita inginkan? Tentunya tidak.

Disamping itu, ada juga sebuah pertanyaan besar yang saat ini menjadi perbincangan publik. Bagaimanakah perekrutan Kepala Daerah yang terjangkit narkoba tersebut dapat lolos dari tes kesehatan sebagai syarat dapat mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apakah ada unsur money politik demi memuluskan tes kesehatan dari pasangan setiap calon Kepala Daerah tersebut, ataukah setiap tes kesehatan tersebut hanyalah sekedar formalitas belaka, tanpa diadakan pengecekan yang lebih lanjut secara teliti. Dalam hal ini tentunya yang patut dipertanyakan adalah kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), apakah mereka telah melaksanakan tugasnya secara benar dan teliti dalam perekrutan Kepala Daerah tersebut.

Untuk itulah, pada acara Revisi Pilkada serentak 2015 di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat (18/3/2016), Komisioner Bawaslu, Nasrullah mengungkapkan kekurangan Bawaslu selama ini dalam hal perekrutan para Kepala Daerah, terutama pada saat tertangkapnya Buoati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi oleh BNN saat sedang berpesta narkoba.




Nasrullah juga menyatakan Bawaslu akan menggandeng BNN untuk menjaring calon Kepala Daerah yang benar-benar bersih dari narkoba pada Pilkada yang akan datang.

“Pada Pilkada 2017 nanti kami harus melibatkan BNN dalam menjaring setiap calon Kepala Daerah. Kalaupun tidak dimuat di peraturan KPU, kami akan perkuat di peraturan Bawaslu,” kata Nasrullah.

Ia juga mengatakan bahwa nantinya akan ada pemeriksaan menyeluruh pada setiap calon Kepala Daerah. Bila biasanya hanya melakukan standarisasi medical check up, kiniĀ akan dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut jika ada pemeriksaan sebelumnya yang mencurigakan.

“Kalau dari tes darah sudah ada yang nencurigakan, kami akan lanjutkan dengan sedikit mengambil sample rambut. Pokoknya jangan sampai tidak diperiksa walaupun tidak ada perintah sebelumnya,”ujar Nasrullah.

Tak hanya itu, Nasrullah juga menyatakan bahwa jika ada calon Kepala Daerah yang terbukti tersandung dalam kasus apapun, maka akan segera didiskualifikasi oleh Bawaslu.

“Kalau ada calon yang terindikasi terjerat dalam suatu kasus, harus segera didiskualifikasi. Kalau diteruskan, kasihan Kepala Daerah yang terpilih sudah menghabiskan banyak dana,” tutup nya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.