BMKG : Indonesia Terkena Dampak Fenomena Equinos Hanyalah Isu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Ilustrasi fenomena equinos, dimana posisi bumi sangat dekat dengan matahari. Foto : tribunnews.com




Ilustrasi fenomena equinos, dimana posisi bumi sangat dekat dengan matahari. Foto : tribunnews.com

Jakarta, Jelasberita.com| Berdasarkan info yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Kukuh Ribudiyanto, suhu udara di Indonesia diprediksi akan normal antara 33 derajat Celcius hingga 34 derajat Celcius sepanjang lima hari kedepan. Hal ini juga sekaligus membantah adanya isu yang mengabarkan bahwa wilayah Indonesia akan berada berfluktuasi hingga 40 derajat Celcius hingga liam hari kedepan.

“Hingga sekarang Indonesia tidak pernah berada di suhu 40 derajat,” ungkap Kukuh Ribudiyanto.

Ia juga mengungkapkan bahwa fenomena Equinox (fenomena dimana posisi matahari berjarak sangat dekat dengan bumi) yang sebelumnya diinformasikan akan mempengaruhi tingkat suhu di Singapura, Malaysia dan Indonesia tidaklah benar.

“Itu informasi yang tidak benar. Kalaupun Indonesia pernah mengalami tingkat suhu paling tinggi, itu terjadi di Kupang pada bulan Oktober, yakni mencapai 38 hingga 39 derajat Celcius, tapi tahun berapa tepatnya, saya kurang tahu,” kata Kukuh.




Kukuh juga menambahkan kalau tingkat suhu paling tinggi saat ini berada paling tinggi di Palu yakni 35,8 derajat Celcius. Sementara, suhu udara di Medan, Sumatera Utara, daerah yang letaknya sejajar dengan Malaysia dan Singapura hari ini sama dengan tingkat suhu di Jakarta, yakni 33,4 derajat Celcius. Hal ini dianggap normal dan tidak berpengaruh sama sekali.

“Kalaupun ada badai matahari, itu tidak akan mempengaruhi suhu udara di Indonesia hingga mencapai 40 derajat,” tambahnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.