Dikatakan Ilegal Karena Tak Pernah Bayar Pajak Dan Terancam Diblokir, Ini Tanggapan Pihak GrabCar

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata membantah tudingan ilegal terhadap Perusahaan GrabCar. Foto : liputan6.com
Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata membantah tudingan ilegal terhadap Perusahaan GrabCar. Foto : liputan6.com

Jakarta, Jelasberita.com| Usai aksi demo besar-besaran yang diadakan oleh para sopir-sopir angkutan umum, terutama sopir taxi untuk memprotes Grabcar dan UberTaxi pada Senin (14/3/2016) lalu, ada kabar bahwa Kemkominfo melalui rekomendasi Kemenhub akan segera melakukan pemblokiran terhadap aplikasi GrabCar dan Ubertaxi. Hal ini berkaitan dengan adanya indikasi yang menyatakan bahwa perusahaan taxi online tersebut ilegal karena tidak pernah membayar pajak.

Mendengar hal tersebut, Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata segera mengklarifikasi pernyataan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa GrabCar adalah sebuah perusahaan teknologi yang bertujuan untuk menghubungkan antara pengemudi dengan penumpang.




“Sekali lagi kami klarifikasi pernyataan yang menyatakan bahwa perusahaan kami ilegal. Hal ini tidak benar sama sekali, kami hanya bekerja sama dengan perusahaan penyedia transportasi independen yang menghantarkan layanan GrabTaxi, GrabCar, GrabBike, dan GrabExpress kepada para pelanggan kami. Sedangkan untuk kendaraan atau armada, kami tidak menyediakan dan tidak memiliki sama sekali,” terang Ridzki.

Ia juga membantah adanya indikasi yang menyebut GrabCar tersebut tidak pernah membayar pajak sama sekali. Menurutnya, selama ini Grab adalah perusahaan legal di Indonesia, telah terdaftar sebagai pembayar pajak, menghargai serta berkomitmen untuk menaati semua peraturan dan ketentuan yang berlaku. Bahkan, seluruh pengemudi yang tergabung dalam GrabCar telah mengikuti proses seleksi dan pelatihan yang ketat, mereka juga telah memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM). Sedangkan untuk kenyamanan antara pengemudi dan penumpang, pihak GrabCar juga turut memberikan asuransi.

Tak hanya itu, Ridzki juga menambahkan bahwa keberadaan GrabCar dan UberTaxi di Indonesia juga telah membantu masyarakat untuk memperoleh pekerjaan serta juga untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

“Teknologi kami juga memungkinkan para pengemudi untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Kehadiran GrabCar juga telah membuka lapangan pekerjaan yang tak terbatas bagi masyarakat serta meningkatkan kehidupan para pengemudinya,” tambah Ridzki.




“Untuk layanan GrabCar, kami hanya mengizinkan mobil-mobil dibawah umur 5 tahun. Kebijakan ini bahkan melebihi ketentuan dari Perda No 5 tahun 2014 yang menetapkan batas maksimal umur kendaraan yang beroperasi di Jakarta, 10 tahun untuk bis, dan 7 tahun untuk taxi,” tambah Ridzki.

Leave a Reply

Your email address will not be published.