Bupati Ogan Ilir Ditangkap BNN Saat Pesta Narkoba di Kediaman Orangtuanya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Noviadi ditangkap BNN usai pesta narkoba dikediamannya. Foto : penasumatera.com
Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Noviadi ditangkap BNN usai pesta narkoba dikediamannya. Foto : penasumatera.com

Palembang, Jelasberita.com| Kembali, oknum pejabat Negara harus berurusan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) karena terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Kali ini, Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Noviadi ditangkap BNN di kediaman orangtuanya di Jalan Musyawarah, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (13/2/2015) sekitar pukul 22.00 WIB malam karena diduga mengadakan pesta narkoba.

Penangkapan ini dikabarkan sempat mendapat hambatan, karena petugas BNN yang telah tiba dilokasi sekitar pukul 18.20 WIb, terlihat dihalang-halangi anak buah Noviadi dan penjaga rumah untuk masuk kedalam rumah. Bahkan, orang tua Noviadi, Mawardi Yahya yang juga merupakan mantan Bupati Ogan Ilir pada periode 2005-2015 juga ikut menghalang-halangi penangkapan terhadap anaknya tersebut. Alhasil, petugas BNN yang tadinya datang sekitar pukul 18.20 WIB harus tertahan selama beberapa jam, hingga akhirnya pada pukul 22.00 WIB berhasil menangkap sang Bupati.




Berdasarkan keterangan petugas BNN, sebelumnya Noviadi memang sudah menjadi target utama BNN karena dicurigai terlibat dalam hal penyalahgunaan narkoba. Hal ini bahkan terlihat disaat pelantikan dirinya sebagai Bupati Ogan Ilir kala itu. Ia dicurigai tengah mengkonsumsi narkoba jenis sabu sebelum menghadiri acara pelantikan itu.

“Selama tiga bulan ini dia sudah kita pantau. Bahkan di waktu pelantikan saja dia terlihat habis pakai (sabu-sabu). Ini terlihat jelas dari raut wajahnya kala itu,” ujar seorang petugas BNN.

Ia juga mengatakan, Noviadi diketahui mengkonsumsi narkoba jenis sabu ini secara rutin setiap hari. Biasanya, dia menggunakan jasa penjaga rumahnya yang juga sebagai kurir, untuk mengambil barang dari seorang bandar. Setelah itu, barang tersebut diletakkan disuatu tempat rahasia didalam rumah yang diketahui oleh Noviadi dan anak buahnya tersebut. Kemudian, barulah Noviadi sendiri yang mengambil barang tersebut dan segera memakainya. Hal ini juga terlihat dari turut sertanya dua penjaga rumah yang  diamankan oleh petugas BNN.

“Salah satu kurir yang juga penjaga rumah Bupati ini bernama Murdani. Dia yang biasa mengambil barang ke bandar, lalu diletakkan ditempat rahasia di dalam rumah Bupati. Kemudian bupati sendiri yang mengambil barang tersebut,” tambahnya.




Menurut info terakhir, pada saat penggerebekan di kediaman Bupati tersebut, tidak ditemukan satu[un barang bukti, baik berupa narkoba maupun alat hisapnya. Namun, petugas BNN tetap melakukan tes urine terhadap Bupati tersebut, untuk kemudian digiring menuju Markas BNNP Sumatera Selatan untuk diperiksa lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.