Beberkan Biaya Mahar Pilkada Lewat Parpol, Ahok Juga Dituntut Sebut Nama Parpol

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama membeberkan biaya mahar pilkada lewat partai Politik. Foto : sindonews.com




Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama membeberkan biaya mahar pilkada lewat partai Politik. Foto : sindonews.com

Jakarta, Jelasberita.com| Gubernur aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara mengejutkan membeberkan besarnya biaya mahar yang wajib disediakan seseorang jika ingin maju di Pilkada lewat jalur Parpol.

Untuk dapat maju di Pilkada lewat Parpol, Ahok mengatakan seseorang harus rela mengeluarkan biaya mahar lebih dari Rp 100 miliar. Hal ini merupakan syarat penting yang diwajibkan suatu Parpol demi melancarkan jalan seseorang yang ingin diusung oleh Parpol pada Pilkada.

Secara perhitungan, Ahok mengungkapkan setiap pengurus partai tingkat anak ranting di kelurahan diperkirakan akan membutuhkan biaya operasional minimal Rp 10 juta perbulan. Sementara di DKI Jakarta, sedikitnya terdapat 267 Kelurahan yang ada di DKI Jakarta. Jadi jika dikalikan, total dana yang harus dipersiapkan mencapai Rp 2,67 miliar.

“Bayangkan, jika dikali selama 10 bulan, bisa mencapai Rp 26,7 miliar. Kalaupun harta saya dijual semua pasti tidak akan sampai Rp 26,7 miliar. Jadi, mana mungkin saya bisa kasih mahar ke Parol,” ujar Ahok.




“Ini belum termasuk dana yang dibutuhkan pengurus partai tingkat anak ranting kecamatan, pasti akan lebih besar lagi biayanya. Belum lagi jika partai yang mengusungnya tidak hanya satu, semua minta digerakkan mesin partainya, bisa jadi biaya Rp 100 miliar juga tidak cukup untuk menjadi calon Gubernur DKI,” tambah Ahok.

Mendengar ini, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil menilai apa yang diucapkan Ahok sangat tidak pantas. Menurutnya hal ini akan membuat Parpol tersinggung dan citra Parpol juga akan menjadi buruk dimata masyarakat.

“Apa yang dikatakanmya pasti akan menyinggung Parpol. Sebaiknya Ahok jika tidak menggunakan Parpol untuk mencalonkan diri, jangan tambah memojokkan Parpol, konsentrasi saja pada jalur independen yang dipilihnya. Saya harap dia bisa menahan diri, mengunci mulut dan hatinya,” ujar Nasir.

“Kalau memang ada mahar, sebaiknya Ahok juga harus buktikan dan berani sebut nama Parpol tersbut, jangan malah menambah kericuhan baru dan seolah-olah memojokkan Parpol,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.