Waspada Modus Penipuan Berkedok Lowongan Pekerjaan Online Perum Peruri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Surya Abadi (23) kehilangan uang bernilai jutaan rupiah dari lowongan kerja online yang mengatasnamakan Perum Peruri. Foto : tribunnnews.com
Surya Abadi (23) kehilangan uang bernilai jutaan rupiah dari lowongan kerja online yang mengatasnamakan Perum Peruri. Foto : tribunnnews.com

Medan, Jelasberita.com| Sempat merasa bahagia akibat diterima di salah satu Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri), akhirnya Surya Abadi (23) menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan lowongan kerja via online. Ia bahkan mengaku telah ditipu hingga jutaan rupiah oleh lowongan kerja online palsu tersebut.

Pria yang merupakan warga Jl. Pancing, Medan Tembung, Sumatera Utara ini tampak lesu menceritakan awal kejadian dirinya menjadi korban penipuan lowongan kerja online yang mengatasnamakan Perum Peruri.




Awalnya, ia mengakui menerima pesan singkat dari ponselnya yang isinya berupa perekrutan kerja menjadi pegawai di Perum Peruri pada pertengahan Februari 2016 lalu. Tanpa ragu, sekaligus tergiur akibat menganggur terlalu lama, Surya pun langsung mengikuti petunjuk dari pesan singkat di ponsel nya tersebut. Dari pesan singkat perekrutan pegawai Perum Peruri tersebut, ia lalu membuka situs www.recruwitmentperumperuri.com. Lalu dari alamat website ini, ia pun mengirimkan CV dan lamarannya melalui email dengan harapan besar dapat diterima di perusahaan Negara tersebut.

Selang dua minggu kemudian, melalui pesan singkat (sms) di ponselnya, ia diberitahukan bahwa surat lamarannya telah diterima oleh Perum Peruri dan untuk selanjutnya mengikuti ujian selanjutnya. Namun, Surya terlebih dahulu diminta untuk mentransfer uang senilai Rp 3,5 juta ke rekening seseorang yang mengaku sebagai HRD perusahaan. Tanpa merasa curiga, ia pun langsung mentransfer uang ke rekening tersebut.

“Dua minggu setelah mengirim CV lamaran, saya dapat sms yang isinya saya CV saya telah diterima. Lalu saya disuruh ikut ujian selanjutnya, saya juga diminta untuk mentransfer uang,”kata Surya.

Tak hanya sampai disitu saja, selang beberapa hari kemudian, HRD perusahaan tersebut meminta kembali kepada Surya untuk kembali mentransfer uang senilai Rp 3 juta dengan alasan sebagai biaya akomodasi. Walaupun sempat menaruh kecurigaan, Surya tetap mentransfer uang tersebut sambil kembali menghubungi nomor pengirim pesan singkat tersebut.




“Saya sudah mulai curiga, saya hubungi balik nomornya, tapi sudah tidak aktif,” ujarnya.

Namun, kecurigaan korban sempat sirna, tatkala pada Jumat (4/3/2016) kemarin ia kembali mendapatkan pesan singkat yang isinya agar pada 6 Maret 2016 Surya diharapkan sudah sampai di kantor Perum Peruri di Jalan Palatehan IV, Kebayoran Baru Blok K-V, Jakarta Selatan. Sedangkan untuk biaya keberangkatan, ia tidak diwajibkan membayar kembali, melainkan langsung mengambil tiket pesawat Garuda disaat keberangkatannya di Bandara.

Dengan penuh kegembiraan, akhirnya pada Minggu (6/3), Surya pun pamit kepada orangtuanya untuk memenuhi panggilan dari Perum Peruri tersebut. Tapi, lagi-lagi Surya pun kembali kecewa, karena ketika tiba di Bandara Kualanamu, Medan, pihak Maskapai  mengatakan tidak pernah menerima pembayaran tiket oleh pihak PT Travindo Tour dan Travel dari HRD BUMN Perum Peruri tersebut. Saat itu, ia pun terkulai lemas setelah menyadari bahwa dirinya benar-benar menjadi korban penipuan lowongan kerja online yang mengatasnamakan Perum Peruri.

“Tiket pesawat yang akan saya tumpangi tidak pernah dibayar oleh PT Travindo Tour dan Travel dari HRD Perum Peruri. Saya sudah ditipu mereka,” ucapnya dengan nada kekesalan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.