Rupiah Menguat Di Level Rp. 12.984, Peluang Bisnis Semakin Besar

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Foto: grafik penguatan nilai tukar rupiah
foto: grafik penguatan nilai tukar rupiah

Jakarta, Jelasberita.com| Para Investor dan pengusaha lainnya, semakin bernafas lega. Pasalnya, di awal pekan ini, tepatnya pada Senin (7/3) nilai tukar rupiah terus beranjak naik. Bahkan, seperti dikutip dari Bloomberg, nilai tukar rupiah sudah menanjak dari level RP.13.000 hingga pada senin pagi tadi, menembus angka Rp. 12.984 per dollar AS.

 




Beberapa pengamat dan analis mengatakan bahwa penguatan nilai tukar rupiah tersebut, terkait dengan kondisi fundamental dari perekonomian Indonesia.

 

Agus Martowardojo selaku Gubernur Bank Indonesia, mengutarakan bahwa sejauh ini berdasarkan data pantauan bank sentral, diketahui bahwa beberapa negara yang berada di sektor regional juga mengalami pelonjakan nilai tukar. Dan hasilnya, nilai tukar rupiah pun ikut terseret.

 




“berdasarkan data yang bisa kita lihat, China sudah mengurasi reserve requirement atau giro wajib minimumnya. Hal itu pun berimbas ke beberapa negara, dengan terjadi penguatan mata uang.” Ujar Agus ketika ditemui di komplek Perkantoran BI pada Jumat lalu (4/3).

 

Sementara itu daru segi bisnis dan peluang usaha, Gunawan Benjamin selaku pengamat ekonomi Sumut mengatakan bahwa, penguatan nilai tukar Rupiah menjadi angin segar bagi sebagian besar para pelaku ekonomi.

 

Menurutnya, akibat penguatan rupiah tersebut, para pelaku bisnis, merasa nyaman dan jauh dari rasa kekhawatiran dengan adanya kemungkinan krisis keuangan. Gunawan juga menambahkan bahwa bila penguatan nilai rupiah terus terjadi, maka akan semakin banyak bisnis yang sangat menjanjikan.

 

“salah satu bisnis yang sangat menjanjikan adalah import barang, artinya bila ada industri yang melakukan import bahan baku, maka industri tersebut akan diuntungkan dengan penguatan rupiah tersebut. atau ada juga kasus terkait pengusaha yang banyak terlilit hutang, maka seiring dengan penguatan rupiah, hutang tersebut akan semakin menurun”. Ungkap Gunawan.

 

Selain itu, Gunawan juga menyebut bahwa bisnis perdangan elektronik juga turut merasakan imbas dari penguatan rupiah. Pasalnya, barang-barang elektronik yang didatangkan secara import, akan menjadi lebih murah seiring dengan penguatan dari nilai tukar rupiah.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.