Ini Fakta yang Menyebutkan Siapa Pemilik Sampah Kabel

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





sampah bungkus kabel
sampah bungkus kabel ditemukan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Temuan sampah kabel yang mengendap di gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan membuat jalanan yang semula dibanjiri oleh air hujan kini kembali surut dan bebas dari air.

Awalnya bungkus kabel tersebut ditemukan oleh anggota Dinas Tata Air DKI yang sedang bertugas membersihkan drainase saat Jalan Medan Merdeka Selatan tiba-tiba digenangi air padahal diyakini tak akan lagi terendam banjir.




Pemerintah DKI terus mengusut siapa pemilik dari sampah kabel tersebut mulai dari meminta keterangan dari Suku Dinas Tata Air, Telkom, dan PLN hingga ditemukan fakta yang menjelaskan siapa pemilik sampah bungkus kabel tersebut.

Sampah Kabel Mirip dengan yang digunakan oleh PLN

Sampel bungkus kabel yang ditemukan di gorong-gorong depan istana mirip dengan yang digunakan oleh PLN. PLN menggunakan kabel yang isinya berupa batangan timah atau logam tembaga hal ini berfungsi untuk mengantarkan listrik. Berbeda dengan milik Telkom yang gulungan kabelnya lebih besar karena berisi serabut-serabut kabel kecil yang jumlahnya ratusan. Untuk sementara ini dugaan pemilik kabel adalah pihak PLN.

Sampah bungkus kabel adalah sisa hasil curian

Pada 2015 lalu, kepolisian pernah meringkus 4 orang yang terkait pencurian kabel listrik punya PLN. Pencuri tersebut memiliki keseharian memulung di daerah sekitar istana. Mereka masuk ke dalam drainase dan nekat memotong kabel yang bernilai jual tinggi. Pencurian ini dapat terjadi sebab jarang sekali ada pihak yang mengecek kondisi drainase.

Jaringan yang tak dipakai

Pencurian ini tak berpengaruh terhadap operasi listrik sebab jaringan kabel yang tertanam di drainase tak lagi digunakan oleh PLN. Sementara itu untuk mengangkat dan membersihkannya dari drainase membutuhkan biaya yang tak sedikit dan tak sebanding dengan harga jual dari kabel bekas tersebut. Sehingga ditemukan oleh 4 pemulung yang kemudian berkembang menjadi pencurian batang tembaga dan timah yang bernilai ekonomis. Namun setelah mengupas batang tembaga pencuri meninggalkan dan membiarkan sampah kabel tersebut mengendap di dasar drainase dan akhirnya menyebabkan banjir ketika musim hujan tiba di kota Jakarta.




 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.