Ini Dia Cara Mendapatkan Hasil Foto Gerhana Matahari Total Yang Maksimal Dalam Setiap Tahapnya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Tahap-tahap menjelang gerhana matahari total. Foto : kompas.com
Tahap-tahap menjelang gerhana matahari total. Foto : kompas.com

Medan, Jelasberita.com| Seluruh umat di dunia tentunya sangat antusias dengan fenomena gerhana matahari total yang terjadi selama sekali dalam kurun waktu 33 tahun ini. Tak hanya menjadi fenomena alam biasa, Gerhana matahari total ini juga menjadi salah satu objek wisata yang menarik bagi setiap wisatawan-wisatawan mancanegara maupun domestik.

Kali ini, Indonesia menjadi satu-satu nya negara yang menjadi perlintasan Gerhana matahari total ini. Di beberapa wilayah di Indonesia yang dipastikan akan dilintasi fenomena luar biasa ini bahkan telah mempersiapkan segala hal dalam mempersiapkan detik-detik menjelang Gerhana matahari total. Bahkan, ada di beberapa wilayah yang sengaja menyambut para wisatawan-wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri dengan perayaan-perayaan serta acara-acara khusus dalam menyambut fenomena langka ini.




Beragam cara juga telah dipersiapkan para wisatawan yang ingin mengabadikan proses gerhana matahari total ini, dan salah satunya adalah mengabadikan dengan kamera. Tapi tahukah kalian, jika dalam proses pengambilan foto gerhana matahari total ini tidak maksimal maka dapat dipastikan foto yang dihasilkan pun akan sangat mengecewakan, apalagi jika mengingat fenomena langka ini hanya terjadi sekali dalam 33 tahun.

Untuk itu, berikut ini kita sampaikan cara agar dapat mengabadikan setiap tahap-tahap gerhana matahari total dengan lensa kamera.

Tahap Persiapan

1.  Sediakan Kamera (Kamera Ponsel Atau Kamera DSLR).




2. Hindari proses pengambilan gambar gerhana matahari total dengan lensa kamera langsung, karena hal ini akan merusak sensor kamera kita. Gunakan pelindung atau filter yang biasa digunakan untuk melapisi lensa kamera agar terhindar dari sinar matahari langsung

3. Jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal, letakkan kamera kalian pada tripod. Dengan adanya tripod, maka hasil gambar gerhana matahari total tidak akan goyang dan hasilnya pun akan sangat luar biasa.

Tahap Pengambilan Gambar Gerhana Matahari Total

1.  Pengambilan Gambar Pada Fase Gerhana Parsial

Pada fase ini posisi bulan akan pertama kali akan menyentuh piringan matahari, biasanya terjadi selama kurang lebih satu jam. Filter yang dilapisi pada lensa kamera sangat diperlukan pada fase ini, tujuannya untuk mengurangi intesitas cahayanya sehingga dapat menghasilkan foto yang sangat baik.

2. Pengambilan Gambar Pada Fase Menjelang Total

Fase ini terjadi hanya 60 detik saja setelah satu jam piringan bulan menutupi piringan matahari. Pada fase ini, bulan akan merayap dengan laju yang lebih cepat, kurang lebih 1600 km/jam. Langit yang tadinya terang akan mulai meredup, bentuk matahari pun kelihatan jelas seperti matahari sabit. Lalu sabit dari piringan matahari perlahan akan mengecil dan menyatu bersama hingga akhirnya menampilkan Efek Cincin Permata (Diamond Ring Effect). Disaat inilah kita dapat melepas filter matahari pada lensa kamera, lalu ambillah foto dengan kecepatan rana yang berbeda untuk mendapatkan foto eksposur yang paling tepat atau gunakan mode Bracketing pada kamera DSLR untuk mendapatkan eksposur dalam waktu yang sangat singkat.

3. Pengambilan Gambar Pada Fase Total dan Korona Matahari

Pada saat inilah suasana mencekam akan dimulai. Langit akan mulai gelap, namun tak segelap waktu malam hari. Proses gelapnya cahaya di langit ini akan berlangsung sangat cepat, drastis dan mengejutkan, seperti saat suasana matahari tenggelam. Pada detik-detik awal mulainya fase total, dari pinggir piringan bulan/matahari biasanya akan tampak cahaya merah terang atau biasa juga disebut dengan Kromosfer, yakni sebuah lapisan atmosfer matahari setebal 1600 km. Disaat fase yang dinanti-nantikan inilah suasana tegang dan cemas menyelimuti kita, terlebih untuk mengabil gambar gerhana matahari total. Namun disinilah kita dituntut untuk fokus dalam mengambil gambar, kita cukup memotret fase total dan korona matahari dengan satu pilihan eksposur yang mewakili satu radius korona tertentu. Namun hasilnya mungkin tidak akan sebagus seperti kita melihat langsung dengan mata, karena lensa kamera tidak sama dengan mata yang dapat menangkap seluruh kecerlangan tersebut dalam satu pilihan eksposur.

4. Pengambilan Gambar Pada Fase Setelah Total

Pada fase ini, tentunya suasana tegang dan cemas pasti akan berakhir, karena disaat inilah puncak klimaksnya terjadi. Namun, apabila kita masih kurang puas terhadap hasil potret pertama, kita dapat mengulangnya kembali pada fase ini karena pada fase setelah total inilah, Diamond Ring Effect akan kembali terjadi.

Hal yang terakhir yang paling penting dalam pengambilan foto gerhana matahari total ini adalah untuk selalu membackup data dari foto yang telah diambil tadi. Hilangkan resiko untuk kehilangan data foto dengan menyediakan 2 tempat untuk menyimpan foto-foto tersebut. Akhir kata, selamat menikmati fenomena langka gerhana matahari total yang akan berlangsung di Indonesia pada 9 Maret 2016 ini, dan jangan lupa untuk mempersiapkan persiapan yang matang dalam pendokumentasiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.