Ini Cara Melaksanakan Shalat Gerhana Matahari

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




shalat gerhana matahari

Bagi umat Islam ketika terjadi fenomena gerhana matahari maka dianjurkan untuk melaksanakan shalat Kusuf. Sebenarnya saat gerhana matahari terjadi shalat yang dilakukan ada dua jenis yaitu Shalat Khusuf dan shalat Kusuf.




Shalat Khusuf adalah shalat yang dilaksanakan ketika terjadi fenomena alam gerhana bulan. Berbeda dengan shalat Khusuf, selain penggunaan huruf untuk nama yang berbeda waktu pelaksanaannya juga berbeda. Shalat yang dilaksanakan ketika sinar matahari menghilang dari bumi atau ketika gerhana matahari maka disebut dengan shalat Kusuf atau shalat gerhana matahari. Shalat Kusuflah yang dianjurkan para ulama dan pemerintah kota di sebagian wilayah Indonesia yang terkena Gerhana Matahari Total pada 9 Maret 2016 pagi.

Penganjuran melaksanakan shalat ini juga berbdasarkan dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Dalam hadits tersebut mengatakan Rasulullah pernah melaksanakan shalat yang disebut dengan shalat Kusuf ketika terjadi gerhana matahari hal ini diketahui menurut penurutan Aisyah r.a.

Shalat Kusuf terdiri dari 2 rakaat dan banyak ulama yang menganjurkan ketika di bagian Sujud dan Raka’at maka sebaiknya diperpanjang bacaan doanya. Berbeda dengan shalat wajib yang bisa dilaksanakan secara individu dan berjamaah, Shalat Kusuf dilaksanakan secara berjamaah sama seperti yang dilakukan oleh Rasulullah kala itu.

Lalu bagaimana cara melaksanakan shalat gerhana matahari tersebut? Sebenarnya shalat Kusuf sama seperti melaksanakan shalat biasa juga bacaannya tetap sama. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) maka caramelaksanakannya adalah sebagai berikut:




  1. Berniatlah melaksanakan shalat di dalam hati dan bukannya dilafazkan
  2. Takbiratul ikram seperti shalat biasanya
  3. Membaca doa iftitah dan berta’awuz lalu dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah serta surat-surat pendek maupun panjang dengan suara keras atau paling tidak dapat terdengar olek makmum.
  4. Lalu ruku’, tangan berpangku pada lutut, tubuh membuat sudut 90 derajat sambil memanjangkan doanya.
  5. Kemudian I’tidal, atau bangkit dari ruku’
  6. Setelah I’tidal maka tidak langsung sujud namun dilanjutkan kembali membaca surat Al Fatihah dan surat pendek namun suara tidak dikeraskan.
  7. Setelah langsung ruku’ kembali dengan memanjangkan waktunya lebih panjang dari ruku’ pertama.
  8. Lalu I’tidal dan mebaca doanya.
  9. Selanjutnya sujud yang panjang sebagaimana dengan ruku’ lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali. Kemudian bangkit dan laksanakan rekaat kedua sama persis dengan rekaat pertama.
  10. Tasyahud kemudian akhiri dengan salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.