Hari 1 Operasi Simpatik, Polisi dapati anak-anak bawa motor

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





operasi simpatik
Foto : Facebook Irvan

Operasi Simpatik yang digelar oleh Polisi seluruh Indonesia mulai dari 1 – 21 Maret baru saja menginjak hari pertama namun sudah mendapati pengendara tidak biasa ketika melakukan penertiban di jalanan.

Polisi yang bertugas di Kanit Lantas Polsek Taman Sari Kompol Adri Desas Furianto mendapati dua orang anak di bawah umur mengendarai sebuah motor matic. Terdiri dari 7 tahun dan 9 tahun namun sudah berani mengendarai sendiri motor matic milik orang tuanya.




Saat itu Adri yang sedang melakukan patroli di jalan melihat ada anak kecil bawa motor matic berwarna putih melintas di Jalan Mangga Dua, Tamansari, Jakarta Barat. dan kemudian menghentikan kedua anak yang diketahui beinisial P (7) dan Y (9) lalu mulai menanyai kedua anak tersebut. Bukannya menjawab kedua anak yang masih duduk di sekolah dasar tersebut malah menangis histeris.

Kepada Adri, dua anak perempuan itu memohon untuk dilepaskan. “Nangis-nangis ‘om jangan ditilang om’,” terang Adri.

Sebagai penyelesaian Adri meminta kedua anak tersebut memberitahukan keberadaan orang tuanya. Ketika menghampiri orang tua kedua anak perempuan tersebut Adri dan anggotanya memberikan peringatan keras.

Hal yang terjadi pada kedua anak yang belum genap menginjak 10 tahun tersebut harusnya menjadi peringatan keras bagi orang tua mana saja agar tidak memberikan ijin anaknya yang belum cukup umur untuk berkendara karena akan membahayakan keselamatan anak itu sendiri.




Hal seperti ini sayangnya sering sekali terjadi di jalanan. Sering kita lihat ada anak-anak di bawah umur sudah membawa motor, atau yang lebih sering terjadi banyak pelajar yang belum memiliki SIM bebas berkendara di jalan raya.

Juga banyak pengendara yang dengan santainya melawan arah baik di jalanan macet maupun di jalanan sepi.

Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan, mengharapkan agar Operasi Simpatik menjadi salah satu pelopor revolusi mental di jalanan dan diperlukan penyuluhan juga pembinaan pada pengendara agar lebih dikedepankan ketika operasi simpatik berlangsung.

“Jadikan operasi simpatik sebagai bagian pelayanan kepada masyarakat. Dan hindari penyalahgunaan kewenangan di jalan,” tutup Edi.




Leave a Reply

Your email address will not be published.