Sidang Kasus Pembunuhan Angeline : Margriet Divonis Seumur Hidup, Keluarga Angeline Kecewa

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Margriet divonis hukuman penjara seumur hidup. Foto : okezone.com
Margriet divonis hukuman penjara seumur hidup. Foto : okezone.com

Denpasar, Jelasberita.com| Terdakwa kasus pembunuhan Angeline (9), Margriet Megawe divonis hukuman penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Hal ini terkait putusan Hakim yang menyatakan bahwa dirinya terbukti bersalah dan terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Angeline, sebagaimana yang telah dituntut oleh jaksa sebelumnya.

“Terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana, exploitasi anak secara ekonomi, dan memperlakukan anak secara diskriminatif sesuai dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 76 I jo Pasal 88 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002. Kemudian, Pasal 76 B jo Pasal 77 B Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, Pasal 76 A huruf a jo Pasal 77 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak,” terang Ketua Majelis Hakim, Edward Haris Sinaga.




“Untuk itu, kita menuntut terdakwa dengan vonis hukuman penjara seumur hidup, sama dengan tuntutan jaksa sebelumnya,” tanbah Edward.

Dalam sidang tersebut, tampak sesekali Margriet terlihat gelisah dan gugup. Tak jarang ia juga sesekali melihat ke arah kuasa Hukumnya, Hotman Paris Sitompul. Bahkan usai persidangan, Margriet terlihat beberapa kali hanya menundukkan kepala mendengarkan arahan dari kuasa hukumnya serta meminta kuasa hukumnya untuk kembali menemaninya kedalam ruangan sel PN Denpasar.

Dalam sidang putusan vonis seumur hidup kepada terdakwa Margriet ini, tim kuasa hukumnya menyatakan keberatan dan akan mengajukan banding. Hal ini karena kuasa hukum Margriet sangat yakin bahwa kliennya tersebut tidak bersalah.

“Kita yakin klien kita, dalam hal ini Margriet Megawe tidak bersalah, dan kita akan ajukan banding,” kata Hotman.




Dalam sidang ini, hal yang dianggap paling memberatkan hukuman terhadap terdakwa, Margriet adalah perbuatannya yang sadis terhadap anak, sampai menyebabkan kematian. Disebutkan, pada 15 Mei 2015, terdakwa melakukan pemukulan terhadap korban, hingga kedua telinga dan hidung mengeluarkan darah.

Kemudian pada 16 Mei 2015, kembali terdakwa memukul korban dengan tangan kosong dan membenturkan kepala Angeline ke tembok. Hal ini juga dilihat oleh terdakwa Agustay yang saat itu dipanggil Margriet kekamarnya. Di depan Agustay, ia juga membanting korban ke lantai, sehingga kepala bagian belakang korban membentur lantai dan membuat korban terkulai lemas.

Pada 24 Mei 2015, Margriet juga diketahui mengancam terdakwa Agustay agar tidak memberitahu siapa-siapa atas perbuatannya kepada Angeline. Lalu, ia pun menjanjikan imbalan sebesar Rp 200 juta kepada Agustay untuk menuruti segala keinginannya. Margriet pun lantas memerintahkan Agustay untuk mengambil seutas tali untuk diikat ke leher Angeline, sambil meletakkan boneka Barbie kesayangan Angeline ke dada korban.

Yang lebih sadis lagi, Margriet juga menyuruh Agustay untuk memperkosa Angeline yang diketahui sudah tidak berdaya, namun Agustay menolaknya. Begitu juga ketika Margriet menyuruh Agustay untuk menyalakan rokok dan menyulutnya ke tubuh korban, ia juga menolaknya.

Mendengar vonis hukuman penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim kepada Margriet, keluarga korban (ayah dan ibu Angeline) mengaku kecewa. Menurut mereka, sudah sewajarnya Margriet divonis dengan hukuman mati, mengingat perbuatan sadis Margriet yang mengakibatkan anak mereka tewas secara mengenaskan.

“Saya rasa dia (Margriet) sudah pantas dihukum mati, bukan dihukum seumur hidup begini. Ia sudah membunuh anak kami, ia pantas menerimanya,” ujar ibu Angeline sambil menangis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.