Kalijodo Resmi Diratakan Hari Ini, Benarkah Prostitusi di Jakarta Akan Berakhir

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Situasi menjelang pembngkaran dan pemerataan bangunan di kawasan Kalijodo. Foto : tribunnews.com
Situasi menjelang pembngkaran dan pemerataan bangunan di kawasan Kalijodo. Foto : tribunnews.com

Jakarta, Jelasberita.com| Senin ini merupakan hari yang sangat mencekam untuk kawasan Kalijodo. Tak lain dan tak bukan, seluruh bangunan yang berada di kawasan ini satu per satu diratakan oleh alat-alat berat yang telah disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta pada Senin (29/2/2016) pukul 07.30 WIB. Hal ini merupakan kebijakan yang diambil oleh Pemprov DKI untuk mengubah kawasan yang terkenal dengan kawasan prostitusi dan perjudian ini menjadi kawasan hijau dengan membuatkan taman terbuka yang disebut sebagai “Taman Pertaubatan”.

“Kita akan mengerahkan sebanyak 5.000 personel dalam penertiban Kalijodo ini, yang terdiri dari 2000 personel dari pihak Pemprov DKI Jakarta, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Petugas Kebersihan, dan Dinas Perhubungan dan Transportasi, 600 Personel TNI dan 3.000 Personel Polri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal, Minggu (28/2/2016).




Walau sempat menuai protes dari warga yang tinggal di kawasan Kalijodo, namun akhirnya para warga pun pasrah terhadap penggusuran ini. Terbukti, mereka telah menyetujui untuk meninggalkan tempat tinggal mereka di Kalijodo dan memilih tinggal di Rumah Susun (Rusun)  yang telah disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Kekuatan preman yang dianggap membekingi kawasan ini juga tidak terlihat memberikan upaya penggagalan penggusuran hari ini. Hal ini diduga kuat dampak dari penangkapan pemilik cafe terbesar, cafe Intan sekaligus pentolan di Kalijodo, Daeng Azis. Penangkapannya ini, merupakan hasil dari keterlibatannya dalam prostitusi dan kasus pencurian listrik yang telah divonis terhadap dirinya. Ia juga kerap disebut sebagai orang yang selalu mengerahkan kekuatan preman dalam menghalalkan segala hal, terbukti dengan penemuan sejumlah senjata tajam yang ditemukan di cafe Intan miliknya pada Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilakukan oleh petugas Kepolisian.

Kawasan yang dijadikan lahan bisnis prostitusi sejak puluhan tahun ini, kini telah rata menjadi tanah. Pemerintah Indonesia, khususnya Pemprov DKI Jakarta dibaah kepemimpinan Gubernur DKI jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), beranggapan bahwa dengan pengembalian fungsi kawasan ini menjadi Lahan Terbuka Hijau perlahan akan mengakhiri segala bentuk prostitusi di Jakarta. Namun apakah penggusuran Kalijodo ini sedikit demi sedikit akan mulai mengakhiri segala bentuk prostitusi di Jakarta, mengingat masih banyaknya kawsan-kawasan yang disinyalir kuat menjadi kawasan praktik prostitusi di Jakarta.

“Sudah sepantasnya begitu, tidak ada prostitusi di Jakarta. Prostitusi tindakan yang tidak dapat di toleransi oleh agama. Itu adalah penyimpangan. Jadi, saya harap Ahok mampu menertibkan kawasan prostitusi lainnya di Jakarta,” kata Menteri Agama, Lukman beberapa hari lalu.




Ia juga tidak memungkiri bahwa didalam penghapusan praktik prostitusi di Jakarta tidaklah mudah. Terlebih, praktik prostitusi ini sudah berlangsung sejak lama di Ibu Kota Negara Indonesia ini. Apalagi, prostitusi ini kin dianggap sebagai pilihan alternatif mata pencaharian ditengah-tengah kehidupan ekonomi yang semakin sulit saat ini.

“Prostitusi ini sudah menjadi pilihan alternatif mata pencaharian masyarakat ditengah-tengah kesulitan ekonomi saat ini. Ini merupakan masalah sosial yang kompleks,” ujar Lukman.

“Hanya ada satu cara untuk mengatasi prostitusi ini, yakni hubungan keluarga yang harmonis dan baik. Kalau ini dapat terlaksana, maka segala bentuk prostitusi, narkoba, semua dapat teratasi,” tambah Lukman.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.