Aparat Keamanan Jadi Beking Bisnis Narkoba, Ini Kata Panglima TNI

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Panglima TNI, Gatot Nurmantyo Akui Aparat Jadi Tempat Berlindung Bisnis Narkoba. Foto : liputan6.com




Panglima TNI, Gatot Nurmantyo Akui Aparat Jadi Tempat Berlindung Bisnis Narkoba. Foto : liputan6.com

Jakarta, Jelasberita.com| Saat ini, peredaran narkoba di Indonesia masih menjadi masalah yang cukup serius untuk diperhatikan oleh pemerintah Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah melalui Aparat Keamanan untuk mengatasi peredaran barang haram ini semakin meluas di Indonesia. Salah satunya adalah dengan semakin gencarnya dilakukan pengejaran terhadap para bandar narkoba serta semakin meningkatnya razia-razia narkoba di daerah-daerah yang dianggap sebagai sarang narkoba. Bahkan, tak jarang para Aparat Kemanan kita rela mengorbankan nyawanya ketika harus berjibaku dilapangan dalam melakukan pengejaran terhadap para bandar narkoba, seperti yang terjadi di Berlan, Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Upaya yang dilakukan oleh para Aparat Kemanan didalam memberantas peredaran narkoba dinilai sudah sangat bagus, terbukti dengan tertangkapnya beberapa bandar narkoba di wilayah-wilayah yang dianggap sebagai sarang peredaran narkoba. Namun, apa yang dilakukan oleh Aparat Keamanan ini kini sedikit tercoreng dengan terungkapnya beberapa oknum Aparat Keamanan yang terlibat dalam bisnis barang haram ini. Beberapa pemeriksaan secara internal di kalangan Aparat Keamanan membuktikan bahwa ada oknum-oknum Aparat yang menyalahgunakan jabatannya untuk mengambil kesempatan berbisnis barang barang haram ini, bahkan tak jarang para bandar narkoba menggunakan oknum Aparat sebagai tempat berlindung atau beking dalam memuluskan bisnis narkoba ini.

Ditemui saat acara Pembukaan Gashuku dan Rakernas Forki 2016 di Mabes TNI Jakarta, Sabtu (27/2/2016), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak menampik akan adanya keterlibatan para Aparat Keamanan, baik TNI maupun Polri dalam memuluskan bisnis barang haram tersebut.

“Narkoba itu adalah bisnis, bisnis ilegal yang mencari tempat aman melalui aparat keamanan, yaitu TNI dan Polri,”kata Gatot.




Terkait hal ini, gatot pun kini telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya, mulai dari Panglima Komando Utama (Pangkotama), Komandan Satuan (Dansat) untuk terus menggencarkan pembersihan internal di masing-masing satuan agar tidak terlibat dalam bisnis narkoba, maupun sebagai pengguna narkoba.

“Saya sudah memerintahkan mulai dari Pangkotama hingga Dansat untuk membersihkan masing-masing satuan dari bisnis narkoba tersebut. Kemarin kita sempat menemukan prajurit kita postif sebagai pengguna narkoba saat di tes urine, namun dari hasil ini kita terus kembangkan dan kita akan terus lakukan pembersihan ini di kalangan TNI,” lanjut Gatrot.

“Bila ada yang tertangkap itu merupakan sebuah prestasi, namun sekaligus juga menjadi tanggung jawab bagi Komandannya,” tambah Gatot.

Gatot juga mengatakan bahwa kebutuhan hidup yang semakin tinggi dianggap sebagai pemicu para oknum Aparat harus berpikir cepat untuk mengatasinya, sehingga ketika ada peluang bisnis haram ini, bukan tidak mungkin mereka akan mengambilnya.

“Bayangkan saja seorang Tamtama, Bintara, bahkan Perwira jika tidak memiliki tabungan yang cukup maka dia tidak akan dapat menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi, karena biaya pendidikan yang semakin tinggi, sehingga ketika ada peluang di bisnis haram ini mereka pun mengambilnya,” ujar Gatot.

Untuk mengatasi hal tersebut, Gatot mengakui kini telah membentuk Satgas Narkoba yang terpilih dari pasukan-pasukan yang terbaik dan bersih dari narkoba untuk membantu memberantas peredaran narkoba di Indonesia, baik di kalangan masyarakat biasa maupun di kalangan Aparat sekalipun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.