Mengalami Gangguan Kejiwaan, Seorang Polisi di Kalbar Tega Memutilasi Anak Kandungnya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Brigadir Petrus Bakus, Anggota Satuan Intelkam Polres Melawi tega memutilasi anak kandungnya sendiri. Foto : pojoksatu.id




Brigadir Petrus Bakus, Anggota Satuan Intelkam Polres Melawi tega memutilasi anak kandungnya sendiri. Foto : pojoksatu.id

Melawi, Jelasberita.com| Sebuah peristiwa pembunuhan dengan cara mutilasi menggegerkan warga Melawi, Kalimantan Barat. Bukan karena dilakukan oleh warga biasa pada umumnya, melainkan oleh seorang Polisi yakni Brigadir Petrus Bakus, anggota Satuan Intelkam Polres Melawi. Ia diketahui dengan tega membunuh dua anak kandungnya sendiri yang masih balita, F(5), dan A(3) dengan cara dimutilasi.

Berdasarkan keterangan dari istri yang melaporkannya, Windri, peristiwa mengerikan ini terjadi pada Jumat sekitar pukul 00.15 WIB dini hari di kediaman Petrus, di Asrama Polres Melawi, Gang Darul Falah, Desa Faal, Kecamatan Nanga Pinoh. Saat itu Windri yang terbangun dari tidurnya, mengaku terkejut melihat suaminya tiba-tiba berdiri dihadapannya sambil memegang sebuah parang yang sudah berlumuran darah. Lalu, dengan tenangnya Petrus sambil mengatakan kepada Windri ,”mereka baik, mereka mengerti, mereka pasrah, maafkan Papa ya dik”.

Windri yang merasa curiga melihat suaminya berkata seperti itu, kemudian segera berlari ke sebuah kamar yang pintunya terbuka. Begitu terkejutnya Windri, ketika masuk kedalam kamar ia menemukan kedua anaknya yang masih balita telah tewas berlumuran darah dengan tubuh termutilasi. Sontak Windri pun berlari keluar rumah untuk melaporkan kejadian tersebut sambil meminta pertolongan dari penghuni asrama lainnya.

“Dini hari tadi memang ada kejadian pembunuhan dengan cara dimutilasi yang dilakukan oleh Brigadir Petrus terhadap kedua anaknya. Saat ini pelaku sudah kita amankan di Polres Melawi,” kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Arianto, Jumat (26/2/2016).




Menurut pengakuan Windri kepada polisi, Petrus memang dicurigai mengalami gangguan kejiwaan, karena sebelum peristiwa ini terjadi, Petrus mengaku sering mendapatkan bisikan-bisikan gaib. Bahkan, Petrus juga terlihat sangat aneh karena sering mengobrol sendiri tanpa ada yang menemani. Namun, kecurigaan adanya gangguan kejiwaan yang dialami Petrus kini masih didalami dengan proses penyidikan. Istri pelaku juga turut diamankan untuk dimintai keterangan yang lebih lanjut. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pun telah berlangsung dengan menghadirkan sejumlah saksi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.