Taput Dukung Peningkatan Profesionalisme Guru

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Ketua DPRD Taput dan Tim USAID PRIORITAS setelah pertemuan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.
Ketua DPRD Taput dan Tim USAID PRIORITAS setelah pertemuan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Tarutung, Jelasberita.com |Program pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia salah satunya adalah dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang sudah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019 guna terus menumbuhkan mutu guru secara utuh dan menyeluruh. Tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli (Taput) Utara terus mendukung guru-guru untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas dan profesionalitasnya.

Rocky D.M Nainggolan, Kabid Pendidikan Dasar menjelaskan, tahun ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara semakin serius mewujudkan profesionalisme guru sesuai dengan Permen PANRB No. 16 Tahun 2009. “Pada tahun ini kami menyiapkan berbagai aktivitas pelatihan bagi guru dengan melatihkan Modul Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) untuk SD dan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk SMP juga Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) kepada + 3.222 orang guru di Tapanuli Utara,” ujar Rocky D.M Nainggolan di Kantor Dinas Pendidikan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Rabu (24/2)




Dalam mewujudkan hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara melakukan analisis data atas kebutuhan pelatihan bagi guru bersama Tim PKB dan USAID PRIORITAS yang telah dilakukan dari tahun 2007 sampai tahun 2015. Saut Panjaitan menjelaskan tahun 2015 ini kita sudah melatihkan modul USAID PRIORITAS di empat kecamatan di Taput dan itupun belum semua guru mendapatkan pelatihan. “Dari hasil analisis itu kita baru melatihkan PAKEM Modul 1 dan 2, CTL Modul 1 dan 2 serta MBS Modul 1 dan 2 kepada + 1.221 orang guru, bayangkan ini belum ada setengah dari jumlah guru kita,” ujar Saut Panjaitan.

Agar semua guru di Tapanuli Utara tuntas mendapatkan pelatihan USAID PRIORITAS modul 1, 2 dan 3 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara membutuhkan biaya sebesar 24 Milyar. Namun, dana ini bisa diperkecil dan dihemat jika kegiatan pelatihan mendapatkan pendanaan dari berbagai sumber misalnya dari APBD, BOS dan TPP. “Jika kita mau dan komit dengan masalah peningkatan profesionalisme guru ini, kita hanya butuh waktu 3 tahun saja sampai dengan tahun 2018 dan butuh dana sebesar 7,917 Milyar yang bersumber dari APBD, BOS dan TPP sebesar 5%. Maka 3.222 orang guru telah mendapatkan pelatihan dengan biaya per orang guru hanya 1,5 juta per pelatihan,” ujar Rocky D.M Nainggolan, saat menjadi pembicara di acara rapat panel perencanaan strategis PKB di Taput.

Pada kesempatan tersebut, Maruli Panjaitan Ketua Komisi Bidang Pendidikan dari DRPD Tapanuli Utara juga menambahkan bahwa komitmen DPRD khususnya bidang pendidikan selalu dengan sikap mendukung penuh rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan profesionalisme guru dengan berbagai kegiatan pelatihan. Salah satu fokus yang harus dituntaskan adalah pelatihan modul USAID PRIORITAS.

“Kita sangat mendukung semua kegiatan ini. Semoga guru menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugas profesinya, peserta didik juga terpenuhi hak-haknya apalagi jika kita mampu menghadirkan proses pembelajaran berkelas dunia. Selamat kepada guru yang sudah mencapai titik ini, semoga bisa memberikan kontribusi yang baik bagi Tapanuli Utara,” ujar Maruli Panjaitan.




Dalam kesempatan yang sama, Roy Lumbantobing dari Bappeda juga memberikan dukungan dan memberi semangat.

“Sangat penting jika rencana ini menjadi agenda pokok di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara ke dalam Renstra dan Renja, sehingga ke depan sangat mudah bagi kita untuk mengukur realisasi dan keberhasilan kegiatan ini, dan jangan lupa harus ada tim PKB yang menjaga mutu pelatihan,” ujar Roy Lumbantobing.

Dalam rapat tersebut, kelompok kepala sekolah, guru dan pengawas sekolah sepakat bahwa tanggungjawab PKB bukan hanya menjadi urusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara saja, tapi juga tanggungjawab sekolah dan guru. Caranya dengan memaksimalkan fungsi KKG dan MGMP di gugus atau kecamatan.

Nius Sihombing, S.Pd. salah seorang kepala sekolah menjelaskan “Kami dari kepala sekolah juga tadi sudah dipaparkan dari guru dan pengawas atau UPT sudah bersepakat menyisihkan Tunjangan Pengembangan Profesi (TPP) guru sebesar 2-5% dan dikelola melalui KKG/MGMP masing-masing,” ujar Nius Sihombing.

Rimbananto, Governance and Management Specialist (GMS) didampingi Renhard Gultom dan Habibi Pohan dari USAID PRIORITAS menambahkan pentingnya percepatan pengembangan profesi guru yang harus mendapat dukungan semua pihak. Rimbananto juga mengutip pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan bahwa Pemerintah menjadikan pendidikan dan Kebudayaan sebagai gerakan (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.