Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan, Agenda Kemenristekdikti

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Abdul Wahid Maktub, Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendididikan Tinggi (Menristekdikti) (berpeci) mengunjungi Sumut untuk memberikan pengarahnpada Sharing Capacity untuk Fasilitator Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang difasilitasi USAID PRIORITAS di Universitas Negeri Medan, beberapa waktu lalu. Universitas Negeri Medan dan USAID PRIORITAS bekerjasama untuk meningkatkan kapasitas dosen pengampuh PPG.
Abdul Wahid Maktub, Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendididikan Tinggi (Menristekdikti) (berpeci) mengunjungi Sumut untuk memberikan pengarahnpada Sharing Capacity untuk Fasilitator Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang difasilitasi USAID PRIORITAS di Universitas Negeri Medan, beberapa waktu lalu. Universitas Negeri Medan dan USAID PRIORITAS bekerjasama untuk meningkatkan kapasitas dosen pengampuh PPG.

Medan, Jelasberita.com | Indonesia harus melakukan percepatan peningkatan mutu pendidikan agar bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain. Usaha percepatan ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Semua pemangku kepentingan harus terlibat. “Perubahan juga menuntut perubahan sikap, cara pandang, sistem dan metode kita,” ujar Abdul Wahid Maktub, Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendididikan Tinggi (Menristekdikti) padaSharing Capacity untuk Fasilitator Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Negeri Medan beberapa waktu lalu.

Maktub menyebut dosen dan guru sebagai pemain utama di bidang pendidikan. Semakin baik mutu dosen dan guru maka semakin cepat Indonesia mengejar ketertinggalan. Kemenristekdikti akan melakukan segala cara untuk meningkatkan mutu dosen dan guru. “Kita akan memberikan regulasi dan atmosfer yang mendukung, sehingga dosen dan guru kita benar-benar bermutu,” tambahnya.




Lebih lanjut Maktub mengatakan perlunya dosen dan guru untuk terus menerus mengembangkan metode terbaru dalam proses pendidikan. Kemampuan dosen dan guru harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab tantangan zaman. “Saya mengapresiasi sekali upaya-upaya yang dilakukan USAID PRIORITAS untuk meningkatkan mutu dosen. Karena isu yang diangkat USAID PRIORITAS sangat strategis dan relevan,” tegas mantan Duta Besar Indonesia untuk Qatar ini.

Lynne Hill, Advisor Teaching and Learning USAID PRIORITAS mengatakan salah satu fokus program USAID PRIORITAS adalah mendorong praktik pembelajaran yang baik di LPTK (Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan). Sebagai institusi penghasil guru, LPTK perlu mendesain proses pembelajaran untuk menghasilkan guru-guru yang bermutu. “Maka kami membantu LPTK agar dapat mempersiapkan kegiatan-kegiatan yang diperlukan, sehingga memberikan pengalaman praktis bagi calon guru sebelum mereka mengajar ke kelas sesungguhnya,” tambahnya.

Program USAIDPrioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahun yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID) dan didesain untuk meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas di Indonesia. USAID PRIORITAS adalah bagian dari program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat.

Di Provinsi Sumatera Utara Program USAID PRIORITAS sejak 2012 telah bekerja di 15 kabupaten/kota yaitu Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Tanjungbalai,  Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga dan Nias Selatan. Program ini juga bermitra dengan Universitas Negeri Medan dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, serta mendorong terbentuknya konsorsium LPTK bersama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah (UMN), Univeritas HKBP Nommensen (UHN) dan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara (UNITA) (*)




Leave a Reply

Your email address will not be published.