Pembentukan Komite Sekolah Tak Libatkan Ortu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Pembentukan Komite Sekolah Tak Libatkan Ortu

Medan, Jelasberita.com | Diduga pembentukan Komite Sekolah sepihak dilaksanakan pihak sekolah mulai SD, SMP hingga SMA Yayasan Perguruan Katolik Budi Murni 2 Jalan Kapiten Purba No 18 Simalingkar, beberapa orangtua siswa keberatan lalu mengajukan tuntutan agar ditinjau kembali pembentukan komite sekolah yang baru.







Mereka yang keberatan itu antara lain, Immanuel Purba (50) orangtua dari Chelsi (6) siswa kelas 1 SD, Lassinur Haryanto Sidabutar (46) orangtua dari Aqfa Gilbert Sinabutar (16) siswa kelas 1 SMA, M Ganda Damanik (37) orangtua dari Mesi Damanik (9) siswa kelas 4 SD, dan Hasler Marbun (47) orangtua dari Putri Ega Marbun, siswa kelas 3 SMP di yayasan tersebut. Keberatan orangtua siswa ini, kata Lassanur Sidabutar, lantaran pihak sekolah membentuk komite sekolah tanpa mengundïang semua orangtua siswa.

Bahkan pelantikan komite sekolah yang baru juga tanpa sepengetahuan mereka sebagai orangtua siswa. “Pembentukan komite sekolah di Budi Murni 2 ini tidak sesuai dengan kepmen nomo 044 tahun 2002. Hal-hal yang dilanggar sekolah adalah mereka tidak transparan dan akuntabel. Bahkan pembentukan serta pelantikan komite sekolah sama sekali tidak disosialisasikan kepada orangtua murid,” ujar Lassanur saat di temui di depan yayasan tersebut, Senin (22/2).

M Ganda Damanik menegaskan kalau pembentukan komite sekolah ini sama sekali tidak melalui jalur panitia. “Mestinya kan dibentuk dulu panitianya. Lalu digelar sosialisasi. Ini panitianya tidak ada. Juga orangtua hanya sebagian diundang. Mana sosialisasinya?” kata Ganda geram.

Demi menjaga mutu sekolah, menurut Hasler Marbun, pihak sekolah dan yayasan perlu selektif dan transparan dalam pemilihan dan pembentukan dewan komite sekolah.




Lenni Aureliasiu, Kepala Sekolah SMA Budi Murni 2 ketika dikonfirmasi, menepis segala tuduhan tersebut. Menurutnya, pihak sekolah sudah sangat akomodatif terhadap seluruh aspirasi orangtua dalam hal pembentukan panitia tersebut. Ia menegaskan, sama sekali tidak sepihak, justru orangtua dilibatkan.

Kendati demikian, ia mengakui ada kesalahan sekolah karena mereka lupa mengundang beberapa orangtua. “Ia ada sedikit kesalahan kami. Kami lupa mengundang beberapa orangtua. Tapi kan tidak mesti semua orangtua kami undang. Bayangkan kalau semua kami undang, guru SD, SM dan SMA ada dua ribuan. Pembentukan komite sekolah kan tidak harus semua diundang. Hanya perwakilan saja. Kita undang yang seide, yang mau memajukan mutu pendidikan. Coba tanya di sekolah mana semua orangtua siswa diundang? Mana ada?” katanya.

Sementara, Maju Hutasoit, Kepala SD dan Bantu Ketaren Kepala SMP saat dikonfirmasi via telepon seluler di nomor pribadinya, terkait informasi tersebut sama seali tidak membalas. Baik melalui telepon maupun via pesan singkat (SMS). Lenni menambahkan, jika masih ada orangtua siswa yang komplain atas pembentukan panitia itu, pihaknya bersedia mengakomodir. “Ya datang saja ke sekolah, Kita bicarakan baik-baik. Kami terbuka kok. Tak ada yang ditutup-tutupi,” pungkasnya. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.